Jangan Tes Face ID iPhone X di Wajah Orang Lain, Apalagi Saudara Kembar

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 06 Nov 2017 11:05 WIB
appleiphone x
Jangan Tes Face ID iPhone X di Wajah Orang Lain, Apalagi Saudara Kembar
Fitur Face ID pertama kali diperkenalkan saat peluncuran iPhone X beberapa waktu lalu.

Metrotvnews.com: iPhone terbaru Apple yakni iPhone menawarkan sistem keamanan pemindai wajah yang diklaim paling canggih karena sulit ditembus. Namun, lambat laun celah keamanan tersebut menjadi semakin mudah ditembus, apabila perangkat terbiasa mengenali wajah yang salah.

Fitur sistem keamanan pemindai wajah Apple Face ID telah diuji oleh banyak pihak, dan sulit untuk mengecoh perangkat tersebut agar mau membuka aksesnya dengan mengenali wajah selain pemiknya. Di satu sisi, kesalahan yang terjadi berulang-ulang justru bisa membuat celah keamanan pada sistem tersebut.

Banyak pengguna iPhone X yang menguji Face ID dengan membuat perangkat tersebut membaca wajah saudara kembar si pengguna dan melihat apakah sistem Face ID terkecoh atau tidak. Lambat laun, bukan tidak mungkin Face ID membuka akses dengan wajah selain si pemilik iPhone X.

Dijelaskan, ketika Face ID mengenali wajah yang mirip dan tidak terkecoh, lalu pengguna membuka akses Face ID dengan kombinasi password, maka tanpa sadar sistem kecerdasan buatan Face ID sedang memperbarui datanya. Semakin sering hal tersebut dilakukan, maka Face ID juga akan menyimpan memori dari wajah yang bukan miliknya.

Hal itu juga dijelaskan dalam lampiran dokumen Apple, yang menjelaskan tentang fitur Face ID. Sayangnya, tidak banyak pengguna yang membacanya. Apple menyebutkan ini merupakan proses belajar Face ID. Jadi, fitur tersebut akan selalu memperbarui datanya, apalagi ketika dia mengenali wajah yang berbeda dan kemudian bisa mengakses lewat kombinasi kode.

Hal ini semakin diperkuat lewat wawancara TechCrunch dengan Senior Vice President of Software Engineering Apple, Craig Federighi. Ia menjelaskan Face ID memang memiliki kemampuan mengenali wajah secara adaptif.

Teknologi tersebut bisa mengenali perbedaan wajah yang terjadi pada penggunanya, misalnya gaya rambut yang berubah serta tumbuhnya janggut bahkan adanya bekas luka atau operasi yang baru pada wajah.


(MMI)