XL Bangun Jaringan USO di Tempat Terpencil

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 24 Jan 2018 16:08 WIB
xltelekomunikasi
XL Bangun Jaringan USO di Tempat Terpencil
XL membangun jaringan di kawasan terpencil.

Jakarta: XL Axiata telah mulai mengoperasikan jaringan telekomunikasi USO (Universal Service Obligation) yang ada di 40 lokasi di 4 provinsi. Sebanyak 7 titik terdapat di Kalimantan Selatan, 12 titik di Kalimantan Barat, dan sisanya terletak di Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Barat. 

Proses peresmian diadakan di salah satu titik yaitu Desa Purui, Tabalong di Kalimantan Selatan. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Penyelenggara Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi & Informatika Republik Indonesia, Dr. Ir Ismail MT, Bupati Tabalong H. Anang Syakhfiani, M.Si dan Vice President North Region XL Axiata, Desy Sari Dewi serta disaksikan oleh Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha. 

"Proyek pembangunan jaringan USO merupakan upaya pemerintah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk mempercepat mengadaan layanan telekomunikasi dan data ke area-area terpencil yang selama ini belum terjangkau jaringan seluler tersebut," kata Ismail. 

Sementara itu, Desy menjelaskan, tujuan dibangunnya jaringan ini adalah sebagai usaha untuk memeratakan pembangunan infrastruktur jaringan.

Secara terpisah, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya menyebutkan bahwa XL bersedia jika pemerintah mau bekerja sama dengan mereka lagi untuk membangun jaringan USO di lokasi yang masih belum memiliki akses layanan telekomunikasi. 



Wanita yang akrab dengan panggilan Yessie ini merasa, visi XL dan pemerintah sama, yaitu membangun jaringan telekomunikasi sehingga masyarakat di kawasan terpencil juga bisa menikmati layanan telekomunikasi serta internet. 

Tempat peresmian Tabalong merupakan tempat yang cukup terpencil. Tabalong berada 230 kilometer dari Banjarmasin. Untuk mencapai Tabalong dari Banjarmasin, diperlukan waktu sekitar tujuh jam.

XL melengkapi Desa Purui dengan menara antena setinggi 30 meter dengan sinyal yang dapat menjangkau hingga radius 1 kilometer. Diperkirakan, sekitar 500 warga telah memanfaatkan layanan seluler tersebut. 

XL memanfaatkan satelit untuk menghubungkan menara di Tabalong dengan jaringan XL. Sementara untuk sumber energi, XL menggunakan listrik dari tenaga matahari. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.