Indonesia Buktikan Perkembangan Startup di Hadapan Investor AS

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 06 Oct 2017 21:06 WIB
startup
Indonesia Buktikan Perkembangan Startup di Hadapan Investor AS
Tim dari Kominfo beserta 12 startup lokal bertemu langsung dengan beberapa venture capital besar dan ternama di Amerika Serikat

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa hari lalu tim dari Kominfo membawa misi dari Indonesia untuk berkunjung ke Silicon Valley, San Fransisco, Amerika Serikat. Tidak hanya berkunjung, tetapi sekaligus memaparkan kondisi perkembangan startup Tanah Air di hadapan para venture capital atau investor di sana.

Dikutip dari keterangan tertulis Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mereka membawa dua misi. Pertama adalah memberikan update mengenai perkembangan startup di Indonesia dalam dua tahun terakhir, dan mendapatkan insight dari para investor. Kedua adalah mempertemukan startup lokal yang siapa menjadi unicorn atau memiliki valuasi hingga USD1 miliar.

Oleh sebab itu, dengan instruksi dari Menkominfo Rudiantara, maka rombongan tim Kominfo berkunjung tidak hanya dengan para startup lokal yang diproyeksikan menjadi the next startup unicorn, tetapi juga dengan dua startup lokal yang sudah berhasil menjadi unicorn, yaitu Go-Jek dan Tokopedia.

Rudiantara yang hadir lewat video conference di hadapan para investor asing memberikan sambutan sekaligus penjelasan mengenai betapa berkembangannya startup di Indonesia terlebih sejak Presiden Joko Widodo di tahun 2016 berkunjung langsung ke Silicon Valley. Oleh sebab itu, Rudiantara sangat bersemangat dan optimistis saat memberikan sambutan kepada para investor startup di Amerika Serikat.

Ada 12 startup lokal yang ikut berkunjung ke Silicon Valley untuk bertemu langsung dengan para investor. Mulai dari Modalku, Jaringan TADA, Koinworks, Cermati, Cashlez, dan Crowdlending yang semuanya bergerak di layanan fintech.

Kemudian ada Adskom yang menawarkan periklanan digital. Kemudian PlazaKamera.com, Qrave, dan TaniHub yang merupakan layanan marketplace. Lalu ada Snapcart yang menawarkan big data berisi insight dari konsumen dan Agate sebagai studio game.

12 startup lokal tersebut dipertemukan oleh tim Kominfo dengan  beberapa venture capital besar di Amerika Serikat, seperti Overeigns Capital, Softbank, Google, F50, 500 Startups, GSV, Amasia, Immersive, Pacific Technology Partners, PV Global, Diamond Head Ventures, Axonne, Elixir Capital, 1955 Capital, Angel Labs, Hanover Partners, Professor at Hult, dan Crop Enhancement.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.