Kerja Sama dengan Swasta, NASA Bisa Irit Anggaran

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 11 Nov 2017 10:35 WIB
antariksanasa
Kerja Sama dengan Swasta, NASA Bisa Irit Anggaran
Kapsul Dragon yang digunakan oleh SpaceX. (SpaceX)

Metrotvnews.com: Keputusan NASA untuk bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX dalam menyuplai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sukses membuat mereka menghemat miliaran dollar AS, menurut studi yang dilakukan oleh seorang pekerja di Kennedy Space Center.

Studi yang pertama kali dilaporkan oleh Ars Technica itu membahas tentang sejumlah investasi NASA terkait pengembangan pesawat komersil selama 10 tahun belakangan.

Pada 2006, NASA mengubah cara mereka mengirimkan suplai ke ISS. Mereka tidak lagi menggunakan roket yang dioperasikan oleh pemerintah seperti Space Shuttle.

Sebagai gantinya, mereka meminta perusahan swasta mengirimkan suplai. NASA akan membantu pendanaan pengembangan pesawat yang digunakan dan dua perusahaan yang dikontrak NASA -- SpaceX dan Orbital ATK -- akan mengirimkan suplai ke ISS. 

The Verge melaporkan, sebagai bagian dari Porgram Kargo Komersil, masing-msaing perusahaan menggunakan roket dan kapsul kargo mereka sendiri untuk mengirimkan suplai ke ISS.

SpaceX melakukan itu menggunakan kapsul Dragon yang terpasang pada roket Falcon 9 mereka, sementara Orbital ATK menggunakan kapsul Cygnus yang terpasang pada roket Antaraes atau roket Atlas V yang dibuat oleh United Launch Alliance.

Ketika program ini diluncurkan, Administrator NASA saat itu, Mike Griffin mengatakan bahwa program tersebut dilakukan untuk menghemat ongkos pengiriman kargo ke ISS. Studi ini menunjukkan bahwa dia benar. Kerja sama dengan swasta memungkinkan NASA menghemat miliaran dollar  AS ketimbang menggunakan pesawat pemerintah. 

Ini adalah kabar baik untuk grup yang ingin NASA lebih sering menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta. Sekarang, ada dua faksi yang memiliki pemikiran berbeda tentang bagaimana NASA seharusnya beroperasi.

Orang-orang yang dengan paham tradisional ingin agar NASA terus membuat pesawat sendiri melalui kontraktor. Dengan begitu, NASA bisa memantau pengembangan pesawat itu yang akan menjadi milik NASA setelah ia selesai dikembangkan. Namun, metode tersebut biasanya memakan ongkos yang sangat besar.

Karena itulah, banyak juga para ahli yang berpendapat, NASA harus bekerja sama dengan perusahaan swasta. Melalui metode ini, NASA akan membeli layanan dari sebuah perusahaan, seperti SpaceX, tapi tidak memiliki pesawat yang dibangun. 


(MMI)