Jangan Telat Registrasi Ulang SIM Prabayar, Kenapa?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 22 Feb 2018 22:28 WIB
telekomunikasi
Jangan Telat Registrasi Ulang SIM Prabayar, Kenapa?
Pelanggan kartu SIM prabayar dihimbau untuk segera melakukan registrasi ulang mengingat batas akhir tanggal 28 Februari 2018 semakin dekat.

Jakarta: Pengguna layanan seluler prabayar di Inonesia kembali diingatkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informartika (Kominfo) untuk tidak telat melakukan registrasi ulang kartu SIM prabayar.

Seperti yang sudah diketahui, 31 Oktober 2017 saat proses registrasi ulang kartu SIM prabayar dimulai pihak Kominfo menyatakan bahwa batas akhir registrasi ulang jatuh di tanggal 28 Februari 2018 yang kini semakin dekat.

"Masyarakat diimbau segera melakukan registrasi ulang tidak menunggu batas akhir 28 Februari 2018 karena pada saat itu akan terjadi traffic tinggi luar biasa yang dapat menyebabkan gagal registrasi," ungkap Dirjen PPI Kominfo Ahmad Ramli.

Hingga saat ini pihak Kominfo belum menyatakan perpanjangan periode batas akhir registrasi ulang kartu SIM prabayar. Namun, sejak awal mereka sudah menyatakan ada sanksi yang berlaku apabila pengguna layanan seluler prabayar melewati batas akhir.



Sanksi tersebut berlaku untuk periode satu 30 hari setelah batas akhir registrasi ulang kartu SIM prabayar, di antaranya pemblokiran telepon dan sms keluar dan masuk dari nomor tersebut hingga pemblokiran layanan internet yang artinya nomor tersebut diblokir total.

Meskipun sempat didera oleh hoaks yang ingin mempersulit kebijakan ini di awal tapi berdasarkan laporan Kominfo jumlah nomor pelanggan prabayar yang melakukan registrasi terus bertambah secara signifikan.

Pada hari pertama, yakni di tanggal 31 Oktober 2017 disebutkan Kominfo ada 25.664.277 nomor yang sudah melakukan registrasi, dan di 17 Februari 2018 kemarin ada 226.444.899 nomor yang telah teregistrasi.

Kabar terakhir hari ini tercatat sudah ada 255.827.133 nomor yang sudah melakukan registrasi ulang. Oleh sebab itu, Kominfo mengingatkan untuk tidak melakukan registrasi ulang menunggu hari terakhir di 28 Februari 2018.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.