Tembus Daerah Pelosok, JD Siapkan Ratusan Drone

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 08 Dec 2017 07:29 WIB
dronee-commerce
Tembus Daerah Pelosok, JD Siapkan Ratusan Drone
Drone milik JD.com di Tiongkok sudah dalam tahap percobaan di beberapa daerah.

Jakarta: E-commerce belum sepenuhnya bisa dirasakan oleh semua orang. Di Tiongkok yang memiliki wilayah sangat luas dengan kondisi geografis pegunungan membuat banyak sekali daerah pelosok yang belum tersentuh teknologi.

Tiongkok sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan bisnis e-commerce raksasa. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu e-commerce raksasa di Tiongkok, JD.com berinisiatif memberdayakan daerah pelosok dengan menyediakan sebuah landasan udara bukan untuk pesawat, melainkan ratusan drone

Dilaporkan oleh Business Insider, JD.com akan menyiapkan 185 drone untuk menghubungkan daerah pelosok. Bukan hanya itu, daerah tersebut bisa menghasilkan barang untuk dijual lewat JD.com. 

Nantinya, barang tersebut diangkut menggunakan drone. Hal ini diumumkan oleh JD.com dalam perhelatan Beijing's World Internet Conference kemarin. Tahap awal rencana tersebut akan difokuskan ke desa-desa di daerah Sichuan, dan diharapkan sudah selesai pembangunannya dalam 3 tahun ke depan.

Founder & CEO JD.com Richard Liu ingin agar produk pertanian dari kawasan tersebut nantinya bisa langsung di antar ke berbagai lokasi di Tiongkok dan beroperasi selama 24 jam. Menurutnya, cara ini memangkas biaya logistik hingga 70 persen.

"Karena biaya logistik yang mahal, produk pertanian dijual dengan harga mahal di perkotaan. Begitu juga produk industri yang dijual ke daerah pelosok juga sama mahal.Jadi cara ini bisa membantu perekonomian di daerah pelosok," ungkap Liu.

Diketahui bahwa JD.com bukan satu-satunya yang menargetkan daerah pelosok dalam layanannya. Alibaba milik Jack Ma juga memiliki program Taobao Village memberdayakan daerah di pelosok untuk menyediakan produk yang bisa dijual lewat e-commerce mereka dengan harga  yang menguntungkan masyarakat daerah pelosok.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.