Data NIK dan KK Bocor, Kemenkominfo: Itu Salah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Mar 2018 11:22 WIB
kominfotelekomunikasi
Data NIK dan KK Bocor, Kemenkominfo: Itu Salah
Ilustrasi.

Jakarta: Beredar kabar bahwa NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nomor Kartu Keluarga yang digunakan pelanggan untuk melakukan registrasi kartu prabayar bocor. Itu salah. Hal ini dikonfirmasi oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Noor Iza kepada Medcom.id

“Yang terjadi saat ini adalah penyalahgunaan NIK dan KK yang digunakan untuk registrasi secara tanpa hak, bukan terjadi kebocoran data,” kata Noor. Yang dimaksud dengan penyalahgunaan NIK dan KK adalah pendaftaran nomor dalam jumlah massal menggunakan satu NIK.

Noor mengakui, memang ada laporan bahwa ada NIK yang digunakan berulang kali untuk mendaftarkan nomor ponsel. Contohnya, ada 50 nomor yang didaftarkan menggunakan satu NIK. 

Terkait hal ini, BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) tengah melakukan penelusuran. Dia menjelaskan, penggunaan NIK dan KK yang tidak sesuai dilakukan dengan mengingat NIK dan nomor KK seseorang. 

Sebenarnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan Fitur Cek NIK. Fitur tersebut memungkinkan masyarakat untuk mengetahui apakah NIK dan nomor KK miliknya disalahgunakan atau tidak. 

Kemenkominfo juga mendorong masyarakat agar tidak memberikan informasi pribadi, seperti NIK dan nomor KK, pada pihak tidak berwajib. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak membiarkan pihak ketiga mencatat, mengambil foto atau mengopi data mereka, kecuali pihak resmi operator. 

Ketua BRTI, Ahmad Ramli juga mengatakan bahwa gerai atau outlet dilarang untuk menggunakan NIK atau nomor KK orang lain untuk melakukan registrasi tanpa izin.

Dia juga meminta agar operator untuk membatalkan registrasi nomor-nomor yang dilaporkan atau sejumlah nomor yang didaftarkan dalam satu NIK dan nomor KK. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.