Biarkan Kriminal Menyopir, Uber Didenda Rp120 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 22 Nov 2017 11:55 WIB
uber
Biarkan Kriminal Menyopir, Uber Didenda Rp120 Miliar
Uber kena denda karena biarkan kriminal jadi sopir. (AOL Libarary)

Jakarta: Colorado telah memerintahkan Uber membayar USD8,9 juta (Rp120,3 miliar) karena membiarkan orang-orang dengan catatan kriminal atau tidak memiliki SIM yang valid menjadi pengendara.

Sementara itu, Uber menyebutkan bahwa masuknya pengendara-pengendara yang bermasalah disebabkan oleh "kesalahan" dalam proses pemeriksaan latar belakang calon sopir. 

Komisi Utilitas Umum Colorado (PUC) berkata, Uber telah menyalahi aturan dengan membiarkan orang-orang dengan catatan kriminal menjadi sopir, termasuk 12 dan 17 orang yang telah melanggar peraturan berkendara. Uber bahkan membiarkan 3 orang yang pernah ditangkap menyopir ketika mabuk menjadi pengendara. 

PUC menyebutkan, pemeriksaan yang Uber lakukan juga gagal untuk mengidentifikasi sejumlah nama palsu yang digunakan oleh para pengendara mereka, termasuk seorang sopir yang pernah melakukan kejahatan berat, sering mengulangi kejahatannya dan pernah melarikan diri dalam penjara.

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, setelah keluar dari penjara, orang tersebut masih bisa bekerja sebagai sopir Uber.

Uber diminta membayar denda USD2.500 (Rp33,8 juta) per hari untuk setiap orang yang tidak pantas menjadi sopir tapi tetap bekerja sebagai pengendara.

"Kami telah memutuskan Uber memiliki informasi latar belakang calon sopir yang seharusnya membuat orang itu tidak boleh masuk sebagai pengendara, tapi mereka dibiarkan bekerja sebagai pengendara," kata Director PUC Doug Dean dalam pernyataan resmi.

"Staf berhasil menemukan tuduhan atas kejahatan berat, sesuatu yang gagal ditemukan oleh Uber, membuktikan bahwa sistem pemeriksaan latar belakang Uber tidak kompeten."

Sementara itu, untuk membela diri, Uber menyebut mereka menemukan adanya kesalahan dalam proses pemeriksaan latar belakang calon sopir, sehingga orang yang seharusnya dilarang menjadi sopir berdasarkan di Colorado lolos pemeriksaaan. Mereka juga menyebutkan secara aktif memberitahukan hal ini pada CPUC.

"Kesalahan ini memengaruhi sejumlah kecil pengendara dan kami dengan segera mengambil langkah untuk membetulkan masalah itu," kata Uber. 

Ini bukan pertama kalinya Uber mendapatkan teguran terkait keamanan mereka. Pada 2014, pemerintah kota Los Angeles dan San Francisco menuntut Uber yang mengklaim bahwa pemeriksaan latar belakang sopir mereka adalah yang paling canggih di industri.

Padahal, Uber bahkan tidak mengambil sidik jari calon pengendara, seperti yang dilakukan oleh perusahaan taksi. Ketika itu, Uber akhirnya harus membayar USD10 juta (Rp135 miliar). 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.