Langgar Kontrak, BlackBerry Bayar Rp1,9 Triliun ke Nokia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 02 Dec 2017 12:24 WIB
blackberrynokiasmartphone
Langgar Kontrak, BlackBerry Bayar Rp1,9 Triliun ke Nokia
BlackBerry harus bayar denda ke Nokia. (Brendan McDermid / Reuters)

Jakarta: Hari ini, BlackBerry menerima keputusan Badan Dagang Internasional (ICC) bahwa mereka harus membayar Nokia senilai USD137 juta (Rp1,9 triliun) terkait pertengkaran kontrak.

Nokia menuduh BlackBerry tidak memberikan bayaran seperti yang tertulis pada kontrak lisensi paten dan membawa masalah ini ke panel arbitrasi ICC. 

Engadget menyebutkan, meski BlackBerry setuju untuk melakukan apa yang diminta ICC, perusahaan asal Kanada itu mengaku bahwa mereka akan tetap membawa 2 kasus pelanggaran paten yang dilakukan oleh Nokia ke pengadilan di Amerika Serikat dan Jerman. 

"BlackBerry kecewa bahwa Pengadilan Arbitrasi tidak setuju dengan argumen kami tapi dalam kasus ini, kami akan menerima keputusan mereka. Ketetapan ini tidak akan mengubah anggapan BlackBerry bahwa Nokia telah melanggar properti intelektual kami dan kami akan terus mengajukan tuntutan di AS dan Jerman," kata BlackBerry dalam sebuah pernyataan resmi. 

Baik BlackBerry dan Nokia kini sedang berusaha membawa kembali merek mereka ke industri smartphone. Tahun ini, BlackBerry tidak memiliki pangsa pasar di pasar smartphone sama. Sejak saat itu, mereka telah menjual lisensi merek smartphone mereka ke beberapa perusahaan, salah satunya PT BB Merah Putih di Indonesia. 

Sementara itu, Nokia menjual lisensinya ke HMD, yang mulai membuat smartphone Android dengan merek Nokia, termasuk smartphone semi "flagship" pada September lalu. Nokia juga merilis feature phone 3310 beberapa bulan lalu. 


(MMI)