Olimpiade Musin Dingin 2018 Terancam Serangan Siber

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 10 Jan 2018 10:50 WIB
cyber security
Olimpiade Musin Dingin 2018 Terancam Serangan Siber
Olimpiade Musim Dingin 2018 yang diadakan di PyeongChang, Korea Selatan, akan dimulai pada 9 Februari hingga 25 Februari 2018.

Jakarta: Sedikit aneh rasanya mendengar sebuah ajang olahraga menjadi salah stau target serangan siber. Berdasarkan laporan perusahaan sistem keamanan McAfee, hal ini bisa terjadi dalam waktu dekat.

Berdasarkan temuan McAfee, pada akhir Desember lau salah satu organisasi yang berkaitan dengan Olimpiade Musim Dingin 2018 yang akan diadakan di Pyeongchang, Korea Selatan, menerima email berisi malware.

Email tersebut menggunakan domain yang berkaitan dengan acara dan memuat teks dokumen Microsoft Word dengan menggunakan bahasa Korea. Salah satunya dengan domain icehockey@pyeongchang2018.com.

Menggunakan file dokumen tersebut beserta foto, pelaku serangan siber telah menyusupkan sebuah malware yang saat email tersebut dibuka akan langsung masuk menyusup ke sistem Windows Powershell yang menjalankan program di komputer.

Dalam dokumen teks di email tersebut dijelaskan penerima akan diminta untuk membuka file di aplikasi Microsoft Word. Saat itu dilakukan, susunan kode perintah malware akan mulai berjalan dan menyusup ke dalam perangkat.

Jenis serangan malware yang tidak hadir dengan ekstensi atau file sendiri memang diprediksi semakin marak di 2018. Cara ini dinilai menyulitkan sistem keamanan untuk menelusuri dan menemukan malware yang masuk ke dalam perangkat karena sifatnya langsung menyusup ke dalam sistem operasi perangkat.

Alhasil, malware tersebut tidak muncul dalam bentuk file sendiri, melainkan langsung tertanam di sistem operasi komputer. McAfee pertama kali menemukannya pada tanggal 22 Desember lalu dan di 28 Desember semakin banyak serangan siber serupa yang ditemukan.

Melihat dari korbannya yang kebanyakan adalah organisasi terkait penyelenggaraan ajang  Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan muncul dugaan bahwa hal ini berkaitan dengan pertemuan Korea Selatan dan Korea Utara untk membahas ajang ini.

McAfee menuturkan bahwa alamat IP pengirim email berisi malware tersebut justru berasal dari Singapura. Sejauh ini McAfee menduga serangan ini menargetkan pencurian data pribadi dan finansial dari anggota organisasi maupun atlet yang ikut serta di ajang tersebut.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

2 days Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.