Selama Harga Cocok, Qualcomm akan Pertimbangkan Akuisisi Broadcom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Feb 2018 14:59 WIB
qualcomm
Selama Harga Cocok, Qualcomm akan Pertimbangkan Akuisisi Broadcom
Qualcomm akan mempertimbangkan kembali tawaran Broadcom. (Ethan Miller / Getty Images / AFP)

Jakarta: Qualcomm bersedia menerima penawaran akuisisi Broadcom jika mereka berani untuk meningkatkan tawaran mereka menjadi USD160 miliar (Rp2.188 triliun).

Pada awalnya, Broadcom menawarkan untuk mengakuisisi Qualcomm senilai USD130 miliar (Rp1.777 triliun) pada November 2017. Tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh anggota dewan Quacomm. 

Seperti yang disebutkan oleh The Verge, ada dua alasan Qualcomm menolak tawaran Broadcom. Pertama, tawaran itu merendahkan nilai perusahaan. Kedua, Qualcomm khawatir bahwa akuisisi ini akan dilarang oleh pihak regulator.

Fakta bahwa salah satu alasan Qualcomm menolak tawaran Broadcom adalah karena tawaran itu "secara signifikan merendahkan nilai perusahaan" tampaknya merupakan indikasi bahwa Qualcomm akan menerima tawaran yang lebih tinggi. 

Informasi terbaru mengonfirmasi hal ini. Qualcomm mengubah keputusannya dan menyebutkan bahwa mereka ingin agar Broadcom menaikkan tawarannya menjadi USD90 (Rp1,2 juta) per lembar saham. Kedua perusahaan memang telah membahas terkait perjanjian ini selama berbulan-bulan dengan Qualcomm terus menolak tawaran Broadcom. 

Broadcom sempat menurunkan nilai tawarannya menjadi USD79 (Rp1,1 juta) per lembar saham setelah Qualcomm mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi NXP Semiconductors.

Jika Qualcomm memang akan diakuisisi oleh Broadcom, itu akan menjadi perjanjian terbesar yang pernah dibuat dalam dunia teknologi. Perusahaan gabungan keduanya menjadi perusahaan pembuat chip terbesar ketiga setelah Intel dan Samsung. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.