Iran Dihantam Serangan Siber, Tinggal Bendera AS di Monitor

Ellavie Ichlasa Amalia, Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 09 Apr 2018 10:45 WIB
irancyber security
Iran Dihantam Serangan Siber, Tinggal Bendera AS di Monitor
Ilustrasi.

Jakarta: Sekumpulan hacker menyerang berbagai jaringan di sejumlah negara, termasuk data center di Iran.

Menteri TIK Iran, Mohammad Javad Azari-Jahromi mengunggah gambar dari layar komputer dengan bendera AS dan pesan dari para hacker melalui akun Twitter resminya.

Sang penyerang meninggalkan gambar dari bendera Amerika Serikat beserta sebuah pesan peringatan, "Jangan ganggu pemilu kami," ungkap Kementerian Teknologi dan Informasi Iran.

Dia menyebutkan, masih belum diketahui siapa dalang di balik serangan tersebut. Dia menyebutkan, serangan ini utamanya memengaruhi Eropa, India dan Amerika Serikat. 

"Serangan ini memengaruhi 200 ribu router switch di seluruh dunia dalam serangan besar-besaran, termasuk serangan pada 3.500 switch di negara kami," kata Menteri Komunikasi dan Teknologi Informatika dalam pernyataan resmi seperti yang dikutip dari media resmi Iran, IRNA. 

"Sekitar 55 ribu perangkat terinfeksi di AS, 14 ribu di Tiongkok sementara perangkat yang terserang di Iran hanyalah mencapai 2 persen dari total perangkat," katanya, seperti yang dikutip dari televisi nasional. 

 
Mereka berdalih bahwa serangan ini memanfaatkan celah keamanan pada sistem router yang digunakan yakni sistem milik Cisco. Cisco memang telah mengeluarkan peringatan dan menyediakan patch untuk menambal kelemahan yang ada dan menghindari serangan siber. Sayangnya, sebagian perusahaan tidak memasang patch itu dengan segera karena libur Tahun Baru di Iran.

"Beberapa kejadian di berbagai negara, termasuk di fasilitas penting yang menjadi target, memanfaatkan kelemahan dari protocol Smart Install," kata Nick Biasini, peneliti keamanan di Talos Secority Intelligence and Research Group milik Cisco. 

?"Karena itu, kami secara aktif memberitahu konsumen akan bahaya dari kelemahan itu dan langkah pencegahan yang bisa diambil."

Meskipun sempat memutuskan layanan internet hingga menyerang ke infrastruktur data center, pihak Kepolisian Siber Iran mengklaim bahwa serangan siber tersebut tidak sampai membocorkan data sensitif milik pengguna internet di Iran.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.