Promosi Terlalu Agresif, Pemilik iPhone Keluhkan Apple Pay

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 06 Apr 2018 10:29 WIB
apple
Promosi Terlalu Agresif, Pemilik iPhone Keluhkan Apple Pay
Pemilik iPhone mengeluhkan keagresifitas Apple dalam menawarkan layanan pembayaran mobilenya, Apple Pay.

Jakarta: Sejumlah pemilik iPhone mengeluhkan keagresifan Apple dalam menawarkan layanan pembayaran via smartphone karyanya, Apple Pay. Hal ini dilaporkan menyebabkan salah satu pengguna iPhone 6 berencana untuk menukar ponselnya dengan Google Pixel.

Apple dilaporkan menilai keagresifan kampanye penawaran Apple Pay cukup pantas, sebab Apple akan menerima keuntungan 15 persen dari jumlah transaksi kartu kredit yang diselesaikan menggunakan layanan pembayaran via ponsel tersebut.

Selain itu, Apple juga menerima jumlah yang sama untuk setiap transaksi kartu debit yang mengguakan fitur pembayaran mobil karyanya ini. Sementara itu, bisnis layanan Apple menghasilkan keuntungan sebesar USD29 miliar (Rp414,3 triliun) selama tahun fiskal 2017 lalu.

Apple menargetkan untuk meningkatkan keuntungan dari bisnis layanannya ini menjadi USD40 miliar (Rp571,4 triliun) pada tahun fiskal 2020. Peningkatan pengguliran Apple Pay berbarengan dengan peluncuran iOS 11 dinilai menjadi langkah tepat bagi Apple untuk mencapai tujuannya tersebut.

Menurut perusahaan venture capital Loup Ventures, setelah peluncuran iOS 11, sebanyak dua juta pengguna bergabung ke Apple Pay setiap minggunya, meningkat dari jumlah sebelumnya sebanyak 750.000. Beberapa minggu selanjutnya, jumlah tersebut menurun menjadi 1,5 juta.

Hal ini menjadi permainan angka untuk Apple, jika lebih banyak pengguna iPhoe menyelesaikan proses setup Apple Pay, akan terjadi lebih banyak transaksi yang menggunakan Apple Pay. Jika hal ini terjadi, maka Apple Pay akan terus bertumbuh.

Sebelumnya, Apple mencoba menyetarakan fitur pada aplikasi Apple Music versi Android dengan aplikasi versi iOS melalui update yang digulirkannya. Update ini diklaim Apple menawarkan pengalaman menikmati video musik baru, dengan memungkinkan pengguna untuk menemukan video musik baru dan populer di tab Browse.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.