YouTube Kids Blokir Konten Tanpa Kurasi Manusia?

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 08 Apr 2018 15:40 WIB
youtubegoogle
YouTube Kids Blokir Konten Tanpa Kurasi Manusia?
YouTube dirumorkan akan segera merilis versi baru dari aplikasi YouTube Kids.

Jakarta: Versi baru YouTube Kids segera dirilis, dan tidak akan menggunakan algoritma untuk memilih video yang masuk ke dalam daftar inventorinya. Seluruh klip video yang dipilih untuk aplikasi YouTube Kids diharuskan untuk dikurasi oleh tim manusia.

Peraturan tersebut ditujukan untuk mencegah upaya berbahaya pengunggah video yang mencoba mempermainkan algoritma, dengan menjadikan video tampil layaknya video ramah anak-anak namun mengandung konten gambar yang tidak pantas.

Pada bulan lalu, Google dilaporkan menghapus sejumlah video bertema konspirasi dari YouTube Kids, termasuk video yang mengklaim bahwa bumi datar dan dikendalikan oleh makhluk dengan sebagian badan adalah reptil dan sebagian lainnya adalah manusia.

Sementara itu laporan terbaru menyebut bahwa Google akan menawarkan dua versi YouTube Kids, dan menyerahkan pilihan kepada orang tua, untuk menikmati konten pada YouTube Kids dengan video yang dipilih oleh algoritma, atau YouTube Kids dengan video yang dipilih oleh manusia.

Algoritma yang digunakan YouTube Kids diklaim telah memiliki pengaturan yang ramah anak, namun seorang YouTuber menyebut bahwa algoritma tersebut terkadang tidak akurat dan meloloskan konten kurang pantas.

Kehadiran YouTube Kids versi baru dalam kurun waktu beberapa minggu diharapkan YouTube mampu mengurangi kekhawatiran masyarakat.

Sebelumnya, YouTube tengah mencoba fitur baru di versi PC yang sudah ada lebih dulu di ponsel, yaitu fitur picture-in-picture seperti di Android dan iOS.

Fitur ini membuat video yang sedang berputar tampil dalam ukuran yang lebih kecil dan terus berputar selagi Anda membuka halaman YouTube atau aplikasi lain yang bisa berjalan berdampingan.

Tidak hanya pada YouTube Kids, YouTube juga berupaya memerangi video konspirasi dan hoaks di layanannya, dengan mempekerjakan 10.000 moderator dan membentuk divisi bernama Intelligence Desk.

Divisi ini bertugas menemukan dan menangani video konspirasi dan hoaks tersebut sebelum video tersebut menjadi populer, dan menggunakan eksiklopedia sebagai dasar proses kurasinya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.