Pamer Perangkat Baru, Corsair Jagokan Konektivitas Nirkabel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 17 Apr 2018 17:25 WIB
corsair
Pamer Perangkat Baru, Corsair Jagokan Konektivitas Nirkabel
Logo Corsair pada salah satu unit casemod peserta Corsair Casemod Competition.

Jakarta: Corsair menggelar acara di Djakarta Theatre, Jakarta, berjudul Unplug and Play Press Tour 2018 yang memperkenalkan seluruh jajaran produk terbaru dari Corsair.

Penggunaan kata "unplug" dalam nama acara ini rupanya juga mencerminkan nilai plus dari sebagian produk baru yang diperkenalkan Corsair, yaitu perangkat tanpa kabel yang kusut alias mengandalkan konektivitas wireless.

"Sebagian besar periferal terutama di segmen gaming didominasi oleh periferal jenis wired dengan alasan mampu menyajikan response time yang cepat dan akurat, berbeda dengan Bluetooth yang kerap dicemaskan akan menyebabkan latency yang tinggi sehingga responnya lambat," ungkap Senior Product Line Manager HID Corsair Michael Grey.

Bagi Grey, konektivitas wireless termasuk Bluetooth mampu menunjang kehadiran periferal yang mendukung mobilitas dan ringkas, sehingga menjadi salah satu keunggulan dari jajaran periferal yang diperkenalkan hari ini.



Di antaranya, keyboard mekanik Corsair K63 Wireless berdesain ten-keyless menggunakan switch Cherry MX Red yang hadir dengan tiga opsi konektivitas: wireless 1ms 2,4Ghz, Bluetooth yang diklaim menyediakan koneksi dengan latensi rendah, serta koneksi kabel USB apabila dibutuhkan.

Sama halnya dengan konektivitas di mouse gaming Corsair Dark Core RGB SE. Mouse gaming dengan tampilan yang dihiasi RGB LED ini dilengkapi sensor optik 16000 DPI yang menjamin tingkat presisi dengan grip magentik yang bisa dikustomisasi.

Bahkan aksesorinya juga hadir dengan konektivitas wireless, misalnya mousepad Corsair MM100 dengan dukungan Qi Wireess Charging, sehingga mouse nirkabel Corsair tetap memiliki kapasitas baterai yang terisi penuh. 



Corsair HS50 dan Void Pro hadir mengisi jajaran produk headset gaming. Corsair HS50 merupakan stereo gaming headset dengan desain menarik yang sudah dilengkapi dengan mikrofon.

Corsair Void Pro juga hadir sebagai headset gaming kabel dan nirkabel yang mengunggulkan kualitas audionya dengan kombinasi driver neodymium 50mm dan Dolby Headphone 7.1 Surround.



Sama seperti mouse dan keyboard nirkabel, menurut Grey headset nirkabel juga jauh diminati karena pengguna tidak dipusingkan dengan kabel yang sering kusut serta tidak boleh dilupakan bahwa fitur nirkabel membuat seluruh periferal dan aksesoris Corsair bisa terhubung dengan perangkat lain baik laptop dan smartphone.

Tidak ketinggalan, Corsair juga memboyong produk terbaru lainnya dari jajaran hardware seperti casing PC, cooler system, dan juga power supply atau PSU yang dilengkapi fitur RGB LED dan desain yang mendukung penggemar case moding. Corsair juga mengumumkan pemenang dari kompetisi casemod yang telah digelar sejak beberapa bulan lalu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.