Pemilu 2020, Trump Gunakan Perusahaan Serupa Cambridge Analytica?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 17 Jun 2018 14:04 WIB
amerika serikatteknologidonald trump
Pemilu 2020, Trump Gunakan Perusahaan Serupa Cambridge Analytica?
Donald Trump dikabarkan akan menggunakan perusahaan analisa data lain untuk kampanye 2020. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Tim sukses Donald Trump untuk pemilu pada 2020 dikabarkan akan melibatkan perusahaan analisa data, Data Propria yang dipimpin oleh mantan ahli strategi Cambridge Analytica.

Associated Press melaporkan bahwa Data Propria telah mulai mengerjakan proyek "serupa" proyek yang dilakukan oleh Cambridge Analytica untuk Trump pada 2016. President Data Propripa, Matt Oczkowski membantah klaim ini, meski dia menyebutkan perusahaannya mungkin akan mengambil proyek ini di masa depan. 

Data Propria, yang diluncurkan pada akhir bulan lalu, mempekerjakan setidaknya empat mantan pegawai dari Cambridge Analytica, yang kini telah bankrut. Oczkowski sendiri dulu menjabat sebagai Head of Product di Cambridge Analytica. 

Sama seperti Cambridge Analytica, Data Propria menggunakan data dan ilmu perilaku untuk menargetkan pengguna internet dengan iklan atau pesan politik.

Mereka mengaku bahwa mereka telah mendapatkan kontrak "kecil" dengan Komite Nasional Partai Republik untuk pemilu representatif negara bagian di tengah kepemimpinan Donald Trump. 

Narasumber AP mengklaim bahwa Data Propria telah bekerja untuk kampanye Donald Trump pada 2020 dan dua wartawan AP secara tidak sengaja mendengar bahwa Oczkowski berkata bahwa dia dan manager tim sukses Trump, Brad Parscale akan "melakukan tugas presiden untuk 2020."

Cambridge Analytica dikabarkan membuat profil sangat tertarget dari para pemilih selama pemilu 2016. Sebagian pihak menyebutkan apa yang mereka lakukan sebagai "manipulatif", meski tidak diketahui seberapa efektif cara ini. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.