Ikuti Jejak Facebook dan Google, Microsoft Larang Iklan Cryptocurrency

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 16 May 2018 13:51 WIB
microsoftcryptocurrency
Ikuti Jejak Facebook dan Google, Microsoft Larang Iklan Cryptocurrency
Microsoft ikut larang iklan cryptocurrency. (AFP PHOTO / GERARD JULIEN)

Jakarta: Mengikuti jejak Google dan Facebook, mesin pencari buatan Microsoft, Bing juga tidak akan menampilkan iklan cryptocurrency dan produk terkait. Microsoft mengumumkan hal ini melalui sebuah post pendek di situs Bing Ads.

"Karena cryptocurrency dan produk terkait tidak memiliki regulasi, kami merasa keduanya memiliki ancaman besar pada pengguna kami, dengan para aktor jahat yang mungkin menipu konsumen," kata Advertiser Policy Manager, Melissa Alsoszatai-Petheo.

"Untuk membantu melindungi pengguna kami dari ancaman ini, kami memutuskan untuk melarang iklan tersebut."

Mata uang virtual -- dan juga produk terkait -- kini masuk ke dalam "kesempatan bisnis yang legalitasnya dipertanyakan" bagi Microsoft, seperti skema Ponzi, skema piramida dan skema investasi lain yang memaksa pengikutnya untuk menambahkan orang lain ke skema tersebut, lapor Digital Trends.

Peraturan Bing Ads dari Microsoft sebenarnya telah melarang mata uang virtual yang didesain untuk melakukan kegiataln ilegal. Misalnya penggunaan cryptocurrency untuk menghindari pajak, mencuci uang dan mempromosikan mata uang virtual palsu. 

Facebook mulai melarang iklan terkait mata uang virtual pada bulan Januari lalu. Menurut media sosial tersebut, iklan yang "mempromosikan produk dan layanan finansial yang sering menyesatkan pelanggan seperti Initial Coin Offerings atau cryptocurrency" dilarang di platform mereka. 

Sementara itu, Google mengikuti langkah Facebook pada bulan Maret. Mereka menyebutkan, semua iklan terkait mata uang virtual dan investasi yang tidak diregulasi akan dilarang dari platform iklan AdWords mereka.

Mengingat cryptocurrency tidak diatur pemerintah, investor tidak memiliki jaminan ketika mereka melakukan perdagangan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.