CEO Huawei: Ponsel Lipat Bisa Gantikan Komputer

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 14 Sep 2018 10:28 WIB
huawei
CEO Huawei: Ponsel Lipat Bisa Gantikan Komputer
CEO Huawei memprediksi bahwa smartphone berdesain lipat akan menggantikan komputer.

Jakarta: Huawei menjadi salah satu dari beberapa perusahaan yang berjanji akan meluncurkan smartphone berdesain lipat pada tahun 2019 mendatang, namun satu dari sejumlah informasi yang mengindikasikan rencananya tersebut.

Pada awal bulan ini di ajang IFA 2018 lalu, eksekutif Huawei sempat mengonfirmasikan rencana perusahaannya untuk merilis smartphone berdesain lipat. Baru-baru ini, CEO Huawei Richard Yu mengungkap informasi terbaru terkait dengan rencana ini kepada surat kabar Jerman, Die Welt.

Yu menyebut bahwa Huawei tengah mengembangkan smartphone dengan desain lipat tersebut.

Saat ditanya menyoal pendapatnya potensi perangkat menarik perhatian konsumen, Yu memprediksi ponsel cerdas berdesain lipat akan menjadi perangkat sempurna untuk menggantikan komputer.

Penggunaan komputer yang masih marak di kalangan masyarakat saat ini dinilai karena layar smartphone tergolong terlalu kecil untuk dapat melakukan aktivitas dengan nyaman. Namun, Yu menyebut perangkat karyanya akan mengubah pengalaman tersebut.

Yu menyebut keyakinannya ini didukung oleh fakta bahwa perangkat tersebut berbekal layar yang dapat dilipat, sehingga produsen mampu menyematkan layar berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan layar smartphone saat ini.

Pendapat Yu terkait smartphone sebagai pengganti komputer tersebut juga berdasarkan pada adopsi smartphone yang semakin pesat saat ini.

Sebab saat ini, smartphone mengalami perubahan teknologi pendukung menjadi semakin canggih, sehingga semakin banyak pengguna yang mengandalkannya untuk aktivitas sehari-hari.

Namun, pihak Die Welt, seperti yang dikutip BBC UK menilai pendapat Yu tersebut masih belum akan terjadi dalam jangka waktu dekat.

Sebagian besar produsen smartphone disebut menggunakan produk untuk memamerkan kemampuan mereka dalam hal inovasi, namun melupakan kepraktisan dalam penggunaan sehari-hari.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.