Regulasi Makin Ketat, Tencent Restrukturisasi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 03 Oct 2018 11:28 WIB
gamestencent
Regulasi Makin Ketat, Tencent Restrukturisasi
Tencent melakukan restrukturisasi.

Jakarta: Sejak pemerintah Tiongkok membatasi peluncuran game, Tencent mengalami kesulitan. Pada Agustus lalu, Tencent harus menarik Monster Hunter: World dari pasar Tiongkok setelah para regulator membatalkan lisensi game tersebut.

Sekarang perusahaan internet raksasa itu mengumumkan bahwa mereka akan melakukan restrukturisasi dari perusahaan untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

Melalui restrukturisasi ini, mereka berusaha untuk menghadapi tantangan yang muncul karena regulasi yang lebih ketat, lapor Engadget

Selain Monster Hunter: World, Tencent juga memiliki perusahaan-perusahaan di balik game seperti League of Legends dan Clash of Clans. Kedua game itu sangat populer di Asia. Selain itu, Tencent juga memiliki platform media sosial dan chatting WeChat. 

Selama beberapa bulan ini, valuasi Tencent terus turun karena para investor khawatir akan adanya masalah dengan regulasi. Selain itu, mereka juga khawatir karena Tencent tidak memiliki strategi global yang jelas.

Pada Agustus, Tencent dilaporkan telah kehilangan valuasi USD160 miliar sejak Januari lalu. Mengingat nilai saham Tencent minggu lalu juga masih turun, ada kemungkinan nilai valuasi Tencent masih akan turun dalam waktu beberapa bulan ke depan. 

Ke depan, Tencent akan melakukan beberapa perubahan untuk fokus pada tawaran korporat mereka. Ini berarti, tiga grup bisnis Tencent akan dikonsolidasi menjadi satu unit.

Selain itu, mereka juga akan membuat divisi baru untuk industri cloud dan smart things. Tujuannya, untuk memperbaiki layanan cloud mereka pada klien korporat mereka. 

Tencent juga akan mempertimbangkan integrasi sosial, konten dan teknologi yang lebih sesuai untuk tren di masa depan dan mendorong perbaikan internet.

Mereka juga akan menanamkan uang lebih besar di divisi riset dan pengembangan mereka untuk memastikan mereka tetap bisa bertahan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.