Bagian Pertama Kabel Laut INDIGO Selesai Digelar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 25 Sep 2018 14:02 WIB
indosattelekomunikasi
Bagian Pertama Kabel Laut INDIGO Selesai Digelar
Ilustrasi.

Jakarta: Pembangunan kabel laut INDIGO bagian barat telah selesai. Kabel laut itu telah mencapai Floreat Beach di Perth, Australia. 

Ini merupakan bagian pertama dari penggelaran kabel laut yang menghubungkan Pulau Christmas dan Perth dengan panjang kabel sepanjang 2.400 kilemeter. Penggelaran kabel laut ini dikerjakan oleh konsorsium yang terdiri dari AARNet, Google, Indosat Ooredoo, Singtel, SubPartners dan Telsa. 

Pada bulan April 2017, konsorsium mengumumkan kerja sama mereka dengan Alcatel Submarine Networks (ASN) untuk menggunakan branching unit untuk menghubungkan sistem kabel bawah laut yang menyambungkan Singapura, Perth dan Sydney dengan dua pasang serat optik yang menghubungkan Singapura dan Jakarta. 

"Kerja sama strategis ini akan memberikan Indonesia konektivitas yang lebih luas ke Australia dan pasar Asia Tenggara yang sedang berkembang pesat," kata CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Joy Wahjudi.

"Kami menunggu pendaratan kabel laut INDIGO di Jakarta, yang kami targetkan untuk dua segmen pelanggan kami, bisnis dan ritel."

Setelah penggelaran bagian pertama dari kabel laut ini selesai, kapal The Ile de Brehat dari ASN akan melanjutkan penggelaran kabel INDIGO Central yang menghubungkan Perth dan Sydney.

Penggelaran kabel sepanjang 4.600 kilometer itu berjalan lancar. Diperkirakan, kabel itu akan selesai dan layanan siap digunakan pada pertengahan tahun depan. 

Secara keseluruhan, kabel laut INDIGO memiliki panjang 9.200 kilometer. Sistem kabel laut tersebut akan memperkuat jaringan antara Australia dan Asia Tenggara, menurunkan latensi jaringan dan mendukung kecepatan hingga 36 terabits per detik. 

"INDIGO akan menyediakan infrastruktur penting untuk memenuhi pertumbuhan masa depan dalam hal kolaborasi penelitian dan pendidikan trans-nasional antara Australia dan mitra penting kami di Asia," kata CEO AARNet Chris Hancock. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.