Twitter Akuisisi Perusahaan Teknologi Smyte

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 22 Jun 2018 10:20 WIB
twitter
Twitter Akuisisi Perusahaan Teknologi Smyte
Twitter mengumumkan telah mengakuisisi perusahaan keamanan siber, Smyte, tanpa menyebutkan nilai akusisinya.

Jakarta: Dalam upaya menghilangkan elemen buruk pada platformnya, Twitter mengumumkan bahwa perusahaannya telah mengakuisisi Smyte dengan nilai yang tidak disebutkan.

Smyte merupakan perusahaan keamanan online yang dapat mengidentifikasi perundungan siber, ujaran kebencian dan lainnya.

Smyte akan bertugas mengawasi Twitter dan melaporkan akun Bot, perundung, penipu, pengejek dan berbagai tipe perilaku negatif lain yang ingin dihilangkan Twitter.

Dengan bantuan Smyte, pihak berwenang terkait kebijakan di Twitter akan mampu lebih aktif dalam bertindak guna menghentikan perilaku kasar, yang mempengaruhi pengalaman penggunaan aplikasinya.

Masih akan tetap menjadi medium diskusi sengit terkait politik, Twitter telah mempersiapkan peraturan dan langkah yang memungkinkannya menangguhkan atau melarang dan memblokir akun pelanggar peraturannya.

Dalam pernyataannya, Twitter mengungkap bahwa produk Smyte akan memantunya dalam menghadapi tantangan terkait keamanan dan spam dengan lebih cepat dan efektif. Alat peninjau dan pemprosesan milik Smyte akan menjadi dukungan besar untuk alat dan teknologi milik Twitter, guna menjaga anggota komunitas tetap aman.

Twitter juga mengungkap rencananya untuk mengintegrasikan teknologi miliknya dan Smyte guna memperkuat sistem dan operasinya dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah pihak menyambut baik akuisisi tersebut dan rencana Twitter dalam menghadirkan batasan terkait perilaku negatif.

Sebelumnya, dalam rangka turut merayakan ajan Piala Dunia, Twitter mengumumkan perubahan desain kecil pada aplikasi miliknya. Perubahan ini akan menampilkan lebih banyak notifikasi pada linimasa pengguna, untuk dapat mengikuti acara langsung saat tengah terjadi.

Aplikasi Twitter Mobile secara resmi tidak lagi dapat berfungsi pada perangkat bersistem operasi Windows Phone 8.1 pada tahun 2018. Twitter juga meghentikan dukungan untuk perangkat bersistem operasi Windows 10 Mobile yang dirilis sebelum tanggal peluncuran software Fall Creators Update.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.