Indosat Ooredo Pasang Hybrid Learning IdREN untuk Universitas

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 10 Aug 2018 13:42 WIB
indosattelekomunikasi
Indosat Ooredo Pasang Hybrid Learning IdREN untuk Universitas
Indosat Ooredoo mengumukan kerja sama dengan Kemenristekdikti terkait dengan jaringan telekomunikasi IdREN.

Jakarta: Indosat Ooredoo mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, dalam penyediaan fasilitas telekomunikasi untuk Indonesia Research & Education Network (IdREN).

"Kami ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk berperan aktif meningkatkan kualitas pendidikan tinggi," ujar Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Herfini Haryono.

Dalam kerja sama ini, Indosat Ooredoo menghadirkan kontribusinya dengan mempersiapkan koneksi antar universitas untuk dapat digunakan secara bersama-sama.

Koneksi ini sebagai sarana akses ke gate IdREN dan media, sehingga dapat saling berbagi sumber daya serta hasil riset antar perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Kerja sama ini termasuk bentuk persiapan pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kemenristekdikti dalam menghadapi dan menjalani era revolusi industri 4.0, yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotika, dan lain sebagainya, yang dikenal masyarakat sebagai fenomena disruptive innovation.

Baik Indosat Ooredoo dan Kemenristekdikti sepakat bahwa era revolusi yang turut menuntut universitas dalam pemberian pendidikan kepada mahasiswa tidak hanya menghadirkan individual yang siap, tetapi juga sebagai upaya menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan di Indonesia.

Sebagai informasi, IdREN merupakan suatu jaringan tertutup atau national closed user, bagi aktivitas berbagi penelitian antar perguruan tinggi dengan kolaborasi bersama pihak pemerintah, industri, dan lembaga penelitian.

IdREN terintegrasi dengan Network REN International seperti Singapura (SingaREN), Malaysia (MYREN), Australia (AARNet), dan lainnya.

Indosat Ooredoo berharap, kerja sama ini akan dapat mendorong pembentukan platform penelitian dan edukasi antar perguruan tinggi sebagai penghubung antara institusi pendidikan tinggi, pemerintah, industri dan lembaga penelitian, guna meningkatkandaya saing nasional dalam persaingan global.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.