Teknologi Lebih Efektif Kurangi Kemacetan

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 06 Sep 2016 20:13 WIB
teknologi
Teknologi Lebih Efektif Kurangi Kemacetan
Global Engagement Director Smart Sustainable Cities and Governments, Ericsson, Jo Arne Linstad (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu permasalahan utama kota-kota besar di Indonesia adalah bagaimana menanggulangi kemacetan.

Tidak bisa dipungkiri bila kemacetan merupakan masalah lama namun masih belum bisa teratasi hingga saat ini. Namun, perkembangan teknologi digital saat ini rupanya dapat membantu mengatasi masalah kemacetan secara lebih efektif.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Global Engagement Director Smart Sustainable Cities and Governments, Ericsson, Jo Arne Linstad pada acara Indonesia-Sweden Digital Forum hari ini, Selasa (6/9/2016), di Jakarta.

Dalam presentasinya, Linstad mengatakan bila kota-kota besar di Indonesia perlu mencontoh kota lain di dunia dalam hal menanggulangi kemacetan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memanjakan pengguna angkutan umum.

"Ada banyak contoh kota di dunia yang cukup sukses mengurangi kemacetannya. Meski setiap kota memiliki masalah yang berbeda, namun salah satu cara yang paling ampuh untuk mengurangi kemacetan adalah menggiring masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Tentu saja hal tersebut dapat dicapai dengan mudah bila sarana transportasi umum yang ada memanjakan penggunanya," ujar Linstad.

Menurut Linstad, ada banyak metode yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas sarana transportasi umum. Beberapa metode tersebut di antaranya adalah mempermudah metode pembayaran sehingga pengguna tidak perlu membeli tiket kembali bila bergant sarana transportasi, menyediakan WiFi gratis, hingga menghadirkan prediksi jadwal yang tepat bagi setiap sarana transportasi.



Selain mengulas berbagai masalah transportasi, Linstad juga bila di era digital ini semuanya akan berubah. Perubahannya bahkan dikatakan akan sama seperti revolusi industri di tahun 1750-an. Kemacetan merupakan salah satu penghambat kehidupan di era digital yang serba cepat.

Linstad bahkan mengatakan bila Indonesia sendiri kehilangan produktivitas senilai sekitar USD8 miliar dalam setahun akibat kemacetan. Itulah mengapa Linstad meminta semua pihak untuk tidak meremehkan kemacetan.

Di akhir presentasinya, Linstad memberikan beberapa saran bagi Indonesia agar bisa menanggulangi kemacetan. Salah satu sarannya adalah menegakkan aturan berlalu-lintas. Ia mengatakan bila beberapa kota di Brazil dengan tingkat kemacetan lebih parah dari Jakarta bisa mengurangi kemacetannya hingga 20 persen dengan hanya menegakkan aturan lalu-lintas.

Jika alasan sulitnya penegakkan aturan dikarenakan kurangnya personil kepolisian lalu-lintas, Linstad menyarankan agar menggunakan teknologi untuk membantu menegakkan aturan berlalu-lintas.

"Teknologi juga bisa dimanfaatkan untuk penegakkan aturan lalu-lintas. Kita bisa pasang kamera CCTV di berbagai sudut kota. Dengan bantuan teknologi yang ada, setiap pelanggar bisa dicatat nomor kendaraannya, bahkan difoto wajahnya untuk bisa ditindak kemudian," lanjut Linstad.

Acara Indonesia-Sweden Digital Forum sendiri merupakan acara yang digalang oleh Kedutaan Besar Swedia di Indonesia. Dalam acara ini berbagai produk dari Swedia dan Indonesia dalam bidang IT saling diperlihatkan dan diperkenalkan.

Selain itu, terdapat juga sesi diskusi yang melibatkan berbagai pemain di bidang IT dari Swedia, salah satunya adalah Ericsson.


(MMI)

Video /