GoPro Luncurkan Drone Karma, Harganya?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 20 Sep 2016 11:31 WIB
gopro
GoPro Luncurkan Drone Karma, Harganya?
GoPro Karma.

Metrotvnews.com: GoPro akhirnya memperkenalkan drone Karma. Quadcopter yang awalnya dipamerkan di acara Code Conference 2015 ini meluncur bersama dua action camera baru dalam sebuah acara yang diadakan di California Utara.

Karma akan mulai dijual pada tanggal 23 Oktober dengan harga USD799 (Rp10,5 juta). GoPro juga memaketkan Karma dengan Hero 5 yang dihargai USD1,099 (Rp14,4 juta) dan paket dengan Hero 5 Session yang dihargai USD999 (Rp13,1 juta).

Menurut The Verge, kelebihan utama dari Karma adalah kemudahan penggunaan. Karma memiliki desain yang dapat dilipat sehingga ia dapat disimpan dan dibawa berpergian dengan mudah. GoPro bahkan melengkapi Karma dengan sebuah tas kecil. 

GoPro Karma

Karma dikendalikan menggunakan sebuah controller yang dapat membuka seperti kulit kerang. Controller ini dilengkapi dengan layar touchscreen dan dua joystick meski Anda tidak akan menemukan banyak tombol di sini. Dengan controller ini, Anda dapat mengaktifkan mode cable cam.

Karma kompatibel dengan Hero 5 Black, Hero 5 Session, dan Hero 4. Di bagian depan Karma, terdapat sebuah penyangga 3-axis yang berfungsi menstabilkan kamera sehingga menghasilkan video yang mulus. Penyangga ini juga dapat dilepaskan.

Pada drone terbaru dari GoPro ini, kamera akan dipasang di bagian depan drone dan tidak di bagian bawah drone. GroPro berkata, hal ini ditujukan agar baling-baling drone tidak masuk ke dalam video yang Anda ambil.

Sama seperti drone kamera kebanyakan, Karma memiliki satu tombol untuk lepas landas, mendarat dan kembali ke tempat semula. Ia juga memiliki 4 mode pengambilan gambar: dronie, cable cam, reveal, dan orbit. 

GoPro juga menawarkan "aplikasi penumpang" yang memungkinkan orang lain melihat video secara live ini. Sang penumpang bahkan dapat mengendalikan posisi kamera.

GoPro Karma

Masih belum diketahui teknologi apa yang digunakan oleh Karma untuk melacak subyeknya. Sebagian drone akan mengikuti alat GPS yang dibawa oleh sang pengguna, sementara sebagian drone lain mengikuti GPS pada smartphone yang terhubung dengannya. 

Beberapa bulan lalu, Yuneec menawarkan drone dengan controller yang memiliki layar seperti tablet. DJI juga dikabarkan akan meluncurkan drone yang dapat dilipat minggu depan.

Karena itu, jika GoPro ingin dapat masuk ke pasar drone, mereka harus dapat meyakinkan para konsumen akan keunggulan fitur-fitur yang ada pada Karma dan nilai lebih lain yang ditawarkan oleh GoPro, seperti layanan cloud storage dan kelengkapan ekosistem GoPro.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.