Yahoo Diretas, Data Pribadi 500 Juta Pengguna Bocor

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 23 Sep 2016 10:24 WIB
yahoo
Yahoo Diretas, Data Pribadi 500 Juta Pengguna Bocor
Yahoo siap untuk mengaku sistemnya telah diretas. (AP Photo Marcio / Jose Sanchez, File)

Metrotvnews.com: Yahoo siap untuk mengonfirmasi bahwa sistemnya berhasil diretas dan data penggunanya berhasil dicuri, menurut narasumber yang tahu tentang masalah ini. Yahoo merupakan korban dari peretasan yang membuat data dari ratusan juta penggunanya bocor.

Meskipun para narasumber tidak menjelaskan secara spesifik tentang peretasan ini, mereka menyebutkan bahwa serangan ini adalah serangan serius yang memiliki jangkauan yang luas. Tampaknya, pemerintah akan melakukan investigasi terkait peretasan ini dan masalah ini akan berlanjut ke jalur hukum.

Menurut Recode, di awal musim panas tahun ini, Yahoo berkata bahwa mereka akan melakukan investigasi terhadap peretasan sistem yang terjadi.

Ketika itu, para hacker mengklaim bahwa mereka berhasil mendapatkan akses ke 200 juta akun pengguna Yahoo. Salah satu dari hacker itu bahkan menjual informasi yang dia dapat secara online

"Sama buruknya dengan kejadian itu," kata sang narasumber. "Lebih parah, sebenarnya."

Yahoo diperkirakan akan membuat pengumuman tentang peretasan ini di minggu ini. Tidak tertutup kemungkinan, peretasan ini akan mempengaruhi akuisisi Yahoo oleh Verizon senilai USD4.8 miliar (Rp63 triliun).

Tentunya, serangan ini akan membuat masalah besar pada para pemilik baru. Karena itulah, pemegang saham Yahoo khawatir serangan ini akan menurunkan nilai pembelian dari Verizon.

Saat ini, akuisisi Yahoo oleh Verizon sedang berjalan. Namun, kedua perusahaan itu hanya dapat menyatu setelah mendapatkan persetujuan dari beberapa badan regulasi dan juga pemegang saham Yahoo.

Belakangan, perwakilan Verizon dan Yahoo telah mulai berdiskusi membahas tentang bisnis Yahoo dengan harapan akuisisi Yahoo oleh Verizon akan berjalan dengan lancar.

Namun, peretasan ini akan menyebabkan masalah. Peretasan terhadap Yahoo baru diketahui di bulan Agustus ketika seorang kriminal siber bernama "Peace" mengklaim bahwa dia sedang menjual data pribadi dari 200 juta akun Yahoo dari tahun 2012 dengan harga hanya lebih dari USD1,800 (Rp23,6 juta).

Data yang dijual ini diduga meliputi nama, password yang dapat didekripsi dengan mudah dan informasi pribadi seperti tanggal lahir dan alamat email lain.

Ketika itu, Yahoo berkata bahwa mereka sadar akan klaim dari sang hacker. Namun, mereka menolak untuk mengumumkan apakah klaim sang hacker itu benar atau tidak. Mereka hanya berkata akan menyelidiki masalah itu.

Ketika itu, Yahoo tidak meminta pengguna untuk mengganti password akun mereka. Sekarang, tampaknya Yahoo harus meminta pengguna mereset password mereka, meski ditakutkan, hal ini sudah terlambat.


(MMI)

Video /