Hooq Pakai Model Bisnis Freemium di Asia Tenggara

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 18 Oct 2016 16:15 WIB
hooq
Hooq Pakai Model Bisnis Freemium di Asia Tenggara
Hooq meluncurkan model Freemium, memungkinkan pelanggan menonton episode pilot seluruh serial TV setelah masa percobaan berakhir.

Metrotvnews.com: Untuk kawasan Asia Tenggara, Hooq akan menggunakan model baru, yaitu Freemium, untuk layanan streaming Video-on-Demand (VOD) miliknya. Model hibrida ini menawarkan layanan tanpa iklan serta memungkinkan konsumen menikmati layanan dalam jangka waktu lebih lama.

"Kami sangat senang dapat menghadirkan model hybrid ini di pasar, yang akan memberikan pelanggan lebih banyak kebebasan untuk memilih. Perubahan ini berdasarkan hasil pembelajaran kami dari pola perilaku konsumen selama satu tahun terakhir," ujar CEO Hooq, Peter Bithos.

Dengan model hibrida ini, Hooq memberikan kesempatan kepada pengguna untuk dapat menikmati episode pertama dari seluruh serial televisi yang tersedia di Hooq secara gratis, bahkan setelah masa percobaan berakhir.

Model ini, lanjut Bithos, ditujukan untuk memberi kesempatan pada pengguna untuk mengenal konten yang tersedia di Hooq sebelum memutuskan untuk berlangganan. Country Head Hooq Indonesia, Guntur Siboro, mengaku optimistis dapat merangkul pengguna untuk berlangganan dengan model ini.

Menurut Guntur, masyarakat Indonesia merupakan tipe konsumen yang menyukai cerita. Dia menganggap, menonton episode pertama dapat menggugah rasa ingin tahu konsumen terhadap cerita selanjutnya dari serial televisi yang mereka tonton.

Optimisme ini didukung oleh penawaran masa percobaan Hooq selama tujuh hari. Meski tergolong singkat jika dibandingkan dengan layanan serupa, Guntur merasa, masa percobaan ini dapat menghadirkan nilai yang lebih besar dan sesuai dengan konsumen di Indonesia.

Selain itu, Guntur menambahkan, ketiadaan iklan pada layanan ini dimaksudkan untuk merealisasikan tujuannya sebagai layanan berbasis pelanggan. Artinya, Hooq berencana untuk menjadi layanan yang mendapatkan pendapatan utama dari biaya berlangganan penggunanya dan bukan dari iklan.

Hooq masuk Indonesia pada bulan April lalu, hanya beberapa bulan setelah Netflix masuk ke Indonesia


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.