BEKRAF Latih Ibu Rumah Tangga Jadi Programmer via Coding Mom

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 16 Mar 2017 18:32 WIB
startupdigitalnkri
BEKRAF Latih Ibu Rumah Tangga Jadi Programmer via Coding Mom
Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF.

Metrotvnews.com, Tangerang: Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan dalam dunia digital. Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF menyebutkan, dalam dunia digital, Indonesia dapat bersaing dengan negara lain. 

Untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia, Boy merasa, pemerintah dan swasta harus bisa saling bekerja sama. Salah satu program yang BEKRAF lakukan untuk memajukan industri digital di Indonesia adalah Coding Mom. 

Seperti namanya, program ini merupakan program yang ditujukan untuk para ibu rumah tangga. Melalui program ini, BEKRAF ingin melatih ibu rumah tangga menjadi programmer.

Mereka kemudian akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan digital yang memang memerlukan programmer. Dia mengatakan, sekitar 80-90 persen alumni Coding Mom telah tersalurkan ke perusahaan atau memutuskan untuk melakukan usaha sendiri.

"Ibu-ibu punya banyak waktu luang di rumah. BEKRAF ingin membantu mereka mengoptimalkan waktu mereka," ujar Boy ketika ditanya mengapa harus ibu-ibu yang dilatih untuk menjadi pemrograman. Dia menjelaskan, Coding Mom ini tidak membatasi umur para pesertanya.

Pada tahun lalu, BEKRAF telah berhasil melakukan program pengujian/pilot project dari Coding Mom. Dia menjelaskan, saat membuka pendaftaran, jumlah orang yang mendaftar tembus 100 orang, sementara mereka hanya memerlukan 20 orang untuk dilatih. Untuk memilih ibu-ibu yang akhirnya terpilih untuk ikut serta dalam Coding Mom, Boy mengatakan, BEKRAF memiliki tim tersendiri untuk melakukan evaluasi.

Terkait karakteristik ibu-ibu yang terpilih, Boy mengatakan, "Yang pasti, dia harus punya ilmu komputer sedikit. Setidaknya, tahu cara menghidupkan komputer. Namun, materi Coding Mom kita buat sedemikian rupa sehingga ibu-ibu yang punya pengetahuan paling dasar sekalipun bisa megnerti."

Saat ini, BEKRAF sedang membuka pendaftaran untuk menjadi mentor atau pengajar dalam program Coding Mom. Karena, mereka ingin melakukan Coding Mom dalam jumlah massal tahun ini. Dalam satu batch, biasanya ada 10-20 orang peserta yang didampingi oleh 3-4 pengajar.

Selain ibu-ibu rumah tangga di Indonesia, program Coding Mom juga akan diperluas untuk menjangkau buruh Indonesia yang bekerja di luar negeri.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.