Baterai Jenis Baru Punya Daya 20 Kali Lebih Besar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 23 Nov 2016 12:18 WIB
teknologi
Baterai Jenis Baru Punya Daya 20 Kali Lebih Besar
Para peneliti UCF sedang melakukan penelitian tentang super kapasitor. (University of Central Florida)

Metrotvnews.com: Para peneliti dari University of Central Florida (UCF) telah membuat prototipe baterai kapasitor super yang bekerja seperti baru bahkan setelah diisi ulang sebanyak 30 ribu kali.

Penelitian ini dapat menciptakan bateria berkapasitas tinggi dengan pengisian super cepat yang dapat bertahan 20 kali lebih lama dari baterai lithium-ion biasa.

"Anda bisa mengisi baterai ponsel Anda selama beberapa detik dan Anda tidak perlu mengisi baterainya lagi selama lebih dari satu minggu," kata Nitin Choudhary, peneliti postdoctoral UCF.

Menurut Endgadget, kapasitor super dapat terisi dengan cepat karena ia menyimpan listrik pada permukaan material dan bukannya menggunakan reaksi kimia seperti pada baterai pada umumnya.

Untuk itu, diperlukan lapisan material "dua dimensi" dengan permukaan lebar yang dapat menyimpan banyak elektron. Pada sebagian besar penelitian ini, material dua dimensi yang digunakan adalah graphene

Namun, Yeonwoong "Eric" Jung dari UCF mengatakan, menggabungkan graphene dengan material lain yang digunakan pada kapasitor super adalah tantangan tersendiri. Karena itulah timnya membungkus material metal 2 dimensi (TMD) di sekitar kabel nano 1 dimensi yang sangat konduktif, memungkinkan elektron berpindah dari inti ke pembungkus dengan cepat. 

"Kami mengembangkan pendekatan perpaduan kimia sehingga kami bisa mengintegrasikan material yang ada dengan material dua dimensi," kata Jung.

Saat ini, penelitian ini masih berada dalam tahap awal dan belum siap untuk dikomersilkan. Tapi ia terlihat menjanjikan. Tim UCF kini sedang berusaha untuk mematenkan proses ini. Meskipun tetap terbuka kemungkinan penelitian ini berakhir sia-sia seperti pengembangan baterai baru lainnya, penelitian tentang kapasitor super tetaplah penelitian yang patut dilakukan.

Jika penelitian ini dapat dikomersilkan, ia dapat membuat mempercepat waktu pengisian mobil listrik dari berjam-jam menjadi beberapa menit saja. Ia juga dapat digunakan untuk membuat smartphone yang bertahan lama dan diisi dalam hitungan detik. Pada akhirnya, ia dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar minyak.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.