Hacker Ancam Bocorkan Data Terkait Serangan 9/11

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 02 Jan 2019 15:20 WIB
cyber security
Hacker Ancam Bocorkan Data Terkait Serangan 9/11
Ada banyak teori konspirasi terkait serangan pada World Trade Center.

Jakarta: Pada hari Senin, menjelang tahun baru, sebuah grup hacker mengumumkan bahwa mereka telah meretas sistem dari perusahaan hukum yang mengurus kasus terkait serangan 11 September.

Mereka mengancam bahwa mereka akan merilis file internal dalam jumlah besar jika uang tebusan yang mereka minta tidak dibayar. 

Grup hacker yang melakukan serangan itu dikenal dengan nama The Dark Overlord, yang sebelum ini pernah menargetkan studio yang bekerja untuk Netflix. Serangan terbaru dari grup hacker ini menunjukkan perubahan dari strategi penyerangan The Dark Overlord, menyebarkan ancaman mereka ke lebih banyak korban. 

Ancaman The Dark Overlord diumumkan di Pastebin. Beberapa perusahaan yang The Dark Overlord klaim telah serang antara lain Hiscox Syndicates Ltd, Lloyds of London, dan Silverstein Properties. 

"Hiscox Syndicates Ltd dan Llyods of London adalah dua dari perusahaan asuransi terbesar di dunia, menerima asuransi dengan premi paling kecil ke asuransi dengan premi paling besar di Bumi, dan bahkan menerima asuransi untuk World Trade Centers," kata The Dark Overlord dalam pengumumannya. 

Masih belum diketahui tepatnya file apa yang grup hacker itu curi. Namun, satu hal yang pasti, mereka berusaha mendapatkan uang dari banyaknya teori konspirasi tentang serangan 9/11. 

"Kami akan memberikan banyak jawaban atas konspirasi 9.11 melalui bocoran 18 ribu dokumen kami," tulis grup hacker itu di Twitter. 

Juru bicara untuk Hiscox Group mengonfirmasi bahwa grup hacker itu memang telah meretas sistem perusahaan dan kemungkinan, telah mencuri file terkait serangan 9/11. 

"Sistem perusahaan hukum tidak terhubung dengan infrastruktur IT Hiscox dan sistem Hiscox sendiri tidak terpengaruh oleh serangan ini. Salah satu kasus yang diurus oleh perusahaan hukum atas permintaan Hiscox dan perusahaan asuransi terkait lainnya memiliki hubungan dengan proses hukum dari kejadian 9/11 dan kami percaya, informasi ini telah dicuri ketika sistem diretas," tulis juru bicara dalam email. 

"Setelah Hiscox mengetahui tentang serangan pada perusahaan hukum, kami mengambil tindakan dan menghubungi pemegang asuransi seperti yang seharusnya. Kami akan terus bekerja sama dengan pihak berwajib di Inggris dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah ini," katanya. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.