Uji Pertahanan Siber, Rusia Bakal Setop Internet

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 12 Feb 2019 16:01 WIB
teknologi
Uji Pertahanan Siber, Rusia Bakal Setop Internet
Rusia berencana untuk menutup akses internet negaranya dari trafik luar, dan memusatkan di negaranya.

Jakarta: Pemerintah Rusia berencana menutup gerbang internet negara dari dunia, bagian dari pengujian eksperimen pertahanan siber. Diskoneksi ini akan menjaga seluruh trafik internet di dalam negara tersebut.

Hal ini menyebabkan trafik internet tidak bergerak dari dan ke port dan server internet. Namun, belum tersedia informasi terkait dengan tanggal penyelenggaraan pengujian ini, meski yang rumor yang beredar menyebut pengujian akan dilakukan sebelum tanggal 1 April mendatang.

Pengujian ini merupakan bagian dari Digital Economy National Program, draf hukum yang diperkenalkan pada tahun 2018 lalu, dan didukung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Di bawah undang-undang ini, penyedia layanan internet di Rusia diwajibkan untuk memastikan bahwa internet dapat berfungsi saat negara asing berusaha membuatnya offline.

Proses ini mengalihkan internet Rusia ke titik yang dikendalikan pemerintah, dikelola oleh badan pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor. Seluruh perusahaan internet rusia telah menyetujui undang-undang ini yang awalnya diminta untuk melakukan pengujian.

Beberapa perusahaan menunjukan kekhawatiran terkait disrupsi potensial pada trafik internet secara keseluruhan. Proyek ini telah berlangsung untuk beberapa waktu, dan Rusia berencana untuk mengarahkan trafik internetnya secara lokal pada tahun 2020.

Sebagai bagian dari tujuan proyek ini, Rusia dilaporkan harus menggunakan Domain Name System (DNS) yang sebelumnya diuji pada tahun 2014. Hal ini memungkinkan warga Rusia terhubung ke internet lokal, dan tidak dapat mengunjungi situs yang terkait dengan komputer asing, setelah benar-benar terputus dari internet global.

Rencana Rusia ini serupa dengan sistem yang diterapkan oleh Tiongkok, dengan memblokir seluruh situs tertentu untuk melakukan sensor terhadap internet. Sebagai informasi, Rusia dikenal masyarakat berkat peluncuran serangan siber terhadap sejumlah target di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Peretas berbasis di negara ini seringkali memanfaatkan serangan phishing, berkemampuan untuk menyembunyikan malware di email dan sebagainya. Bahkan beberapa malware terbaru secara spesifik menargetkan akun email asal Amerika Serikat.

Malware ini bertugas mengumpulkan screenshot dan informasi lain dari PC korban tanpa disadari dan dikirimkan kepada pemerintah Rusia. Keputusan untuk menutup akses internet Rusia ini akan menyulitkan negara lain meluncurkan serangan perlawanan siber, merupakan tujuan dari prinsip yang diperkenalkan negara NATO.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.