Makin Gampang Belanja Online, Makin Rentan Data Pribadi Bocor

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 22 Dec 2018 13:16 WIB
cyber securitykasperskye-commerce
Makin Gampang Belanja Online, Makin Rentan Data Pribadi Bocor
Ilustrasi

Jakarta: Kenyamanan berbelanja online memang sangat menggiurkan, tetapi beberapa orang masih khawatir tentang seberapa aman pembayaran online mereka. Kekhawatiran mereka sangat beralasan.

Dari 32 persen yang memiliki risiko berbahaya akan data keuangannya, survei mengungkapkan bahwa seperempat (26 persen) dari mereka tidak pernah mendapatkan uang mereka kembali.

Beberapa faktor yang berpotensi membahayakan keuangan orang-orang adalah kesulitan dalam mengontrol data pembayaran setelah menggunakannya di berbagai e-commerce dan variasi metode pembayaran yang tersedia.

Belanja online layaknya mengunjungi mal raksasa. Orang dapat membeli barang dari banyak e-commerce yang berbeda. Tidak heran, para pembeli mengalami kesulitan dalam melindungi informasi pembayaran online mereka di bawah kendali.

Lebih dari separuh orang (54 persen) paling khawatir tentang data finansial mereka dapat diakses oleh para pelaku kejahatan siber. Sepertiga (36 persen) responden bahkan lupa atau tidak mencoba mengingat situs web dan aplikasi tempat mereka membagikan rincian keuangannya.

Karena para konsumen mencoba memastikan kredensial pembayaran mereka mudah ditemukan dan diingat, satu dari lima (20 persen) lebih suka menyimpannya di perangkat.

Upaya tersebut dapat membuat pengajuan kredensial lebih mudah ketika orang melakukan belanja online, sehingga mereka tidak perlu khawatir melupakannya.

Namun, jika perangkat hilang atau dicuri, pengguna berisiko tidak hanya kehilangan data pribadi tetapi juga uang mereka, karena seseorang dapat mengakses akun bank pengguna jika menemukan data terkait di catatan dalam ponsel pintar mereka.

Banyaknya metode pembayaran digital yang tersedia memberikan kebebasan kepada para pembeli untuk memilih cara favorit mereka dalam membeli barang atau jasa.

Metode yang paling disukai adalah kartu debit dan kartu kredit, transfer langsung dari rekening bank dan e-wallet, misalnya PayPal. Namun, metode pembayaran lain juga semakin populer.

Belanja dengan frekuensi yang cukup sering memungkinkan orang mengumpulkan poin melalui program loyalitas dan menggunakannya untuk berbelanja lebih banyak.

Dengan adanya telepon dan jam pintar, konsumen bahkan tidak perlu membawa dompet, uang fisik, atau bahkan kartu plastik. Fenomena ini sekaligus membantu meningkatkan popularitas pembayaran nirsentuh, seperti PayPass dan Apple Pay, dengan sepertiga dari pembeli (31 persen) menggunakannya secara teratur.
 
“Akhir tahun dan musim liburan adalah saat yang paling menyenangkan ketika orang-orang membeli hadiah untuk keluarga dan teman-teman mereka. Tapi orang-orang juga tidak ingin kehilangan uang melalui transaksi tidak aman atau penipuan online,” ujar Marina Titova, Kepala Pemasaran Produk Konsumen, Kaspersky Lab.

“Kita semua harus sangat memperhatikan data keuangan dan pembayaran online kita. Berhati-hati dan hindarilah memasukkan kredensial kartu bank Anda di situs web yang tidak dipercaya atau melakukan pembayaran dari perangkat yang tidak aman.”


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.