Bukalapak Dapat Modal dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 17 Jan 2019 09:46 WIB
bukalapak
Bukalapak Dapat Modal dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund
Bukalapak mendapatkan pendanaan dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund.

Jakarta: Bukalapak mengumumkan perolehan pendanaan investasi dari perusahaan asal Korea Selatan, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund. Namun, Bukalapak enggan menyebut nilai investasi yang diterimanya tersebut.

“Kami berharap, dukungan kemitraan ini dapat semakin mempercepat langkah kami untuk berinovasi melalui teknologi untuk mendorong usaha kecil di Indonesia semakin naik kelas,” ujar Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid.

Sementara itu, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund mengumumkan berencana untuk terus berinvestasi pada perusahaan yang memiliki pertumbuhan tinggi, terus berinovasi, dan tentunya perusahaan yang dapat memberikan keuntungan jangka panjang, seperti e-commerce, platform internet, kesehatan, barang konsumsi, distribusi, serta logistik.

Keputusan investasi ini disebut sebagai dampak dari pertumbuhan penggunaan internet mobile di Indonesia yang pesat. Pertumbuhan tersebut turut berkontribusi pada perkembangan ranah e-commerce, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 35 persen per tahun selama periode antara tahun 2014 hingga 2017.

Investasi dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund menjadikan perusahaan Korea Selatan ini sebagai salah satu investor Bukalapak, yang sebelumnya telah didukung oleh beberapa pemegang saham utama seperti EMTEK, Ant Financial, dan GIC (Government of Singapore Investment Corporation).

Sebagai informasi, Bukalapak membukukan sekitar lebih dari dua juta transaksi per hari. Jumlah pendapatan transaksi Bukalapak pada Q4 2018 berhasil melampaui pendapatan selama satu tahun pada periode 2017. 

Saat ini, Bukalapak telah menggandeng sebanyak 4 juta usaha kecil di seluruh Indonesia, 500 ribu warung yang tergabung di Mitra Bukalapak, dan 700 ribu pelaku usaha mandiri. Sementara jumlah pengguna Bukalapak mencapai 50 juta orang di seluruh Indonesia.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.