Rusia Blokir LinkedIn, Bagaimana Nasib Media Sosial Lain?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 Nov 2016 10:52 WIB
media sosiallinkedin
Rusia Blokir LinkedIn, Bagaimana Nasib Media Sosial Lain?
Pemblokiran LinkedIn di Rusia membuat pemerintah AS khawatir. (AP Photo / Marcio Jose Sanchez, File)

Metrotvnews.com: Pemerintah Amerika Serikat menyatakan rasa khawatirnya terkait keputusan Rusia untuk memblokir LinkedIn. Mereka menyebutkan, keputusan ini dapat menjadi alasan untuk memblokir situs lain di Rusia.

LinkedIn, yang memiliki markas di AS, adalah media sosial pertama yang diblokir atas dasar peraturan baru Rusia yang meminta perusahaan-perusahaan yang menyimpan data masyarakat Rusia untuk menyimpannya di server lokal.

Para analis layanan internet berpendapat, perusahaan teknologi lain seperti Facebook dan Twitter juga bisa diblokir kecuali mereka memindahkan data ke server di Rusia.

Maria Olson, juru bicara Kedutaan AS di Moscow berkata, Washington meminta pemerintah Rusia untuk membatalkan pemblokiran LinkedIn secepatnya, menyebutkan pemblokiran ini dapat merusak kompetisi dan merugikan masyarakat Rusia.

"AS sangat peduli dengan keputusan Rusia untuk memblokir LinkedIn," kata Olson dalam sebuah pernyataan pada Reuters. "Keputusan ini adalah yang pertama kali terjadi dan mengundang kekhawatiran sebagai alasan yang dapat digunakan untuk menutup situs-situs lain yang menyimpan data pengguna Rusia."

Sementara itu, Menteri Komunikasi Rusia, Nikolai Nikiforov berkata bahwa keputusan untuk memblokir LinkedIn telah ditetapkan oleh 2 pengadilan. Namun, dia menyebutkan, masalah LinkedIn ini masih bisa diselesaikan.

"Kami harap dialog konstruktif dapat menyelesaikan keadaan ini," katanya pada wartawan saat dia berkunjung ke Ljubljana, Slovenia.

"Semua perusahaan asing harus bertindak sesuai dengan regulasi dan ada banyak perusahaan yang tidak keberatan untuk memenuhi peraturan yang ada."

Pada hari Jumat, siapapun yang mencoba untuk mengakses LinkedIn melalui operator telekomunikasi Rusia MTS akan mendapat pesan yang mengatakan, "Akses ke situs yang Anda minta terlarang." Hal yang sama terjadi saat mencoba mengakses LinkedIn melalui Vimpelcom, operator telekomunikasi lain di Rusia.

Pemerintah Rusia berkata, peraturan baru yang mereka tetapkan dibuat untuk memastikan data pribadi masyarakat Rusia dapat dilindungi dengan baik, dan hal ini hanya bisa dicapai jika server data itu ada di Rusia.

Kritik berkata, peraturan baru ini merupakan bagian dari serangan Rusia terhadap media sosial, mengingat pemerintah berusaha untuk memperkuat kendali atas internet. Namun, Kremlin membantah bahwa mereka melakukan penyensoran online


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /