Tim Cook: Ingin Beli iPhone X? Kurangi Minum Kopi

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 05 Nov 2017 11:38 WIB
apple
Tim Cook: Ingin Beli iPhone X? Kurangi Minum Kopi
Tim Cook menyebut iPhone X dapat dibeli konsumen jika mereka melewatkan perjalanan rutin harian mereka ke kedai kopi seperti Starbucks.

Metrotvnews.com: Harga penawaran smartphone model perayaan ulang tahun iPhone kesepuluh, yaitu iPhone X, dinilai terlalu mahal oleh sejumlah pihak.

Apple menawarkan iPhone X dengan kapasitas ruang penyimpanan internal 64GB seharga USD999 (Rp13,5 juta) dan kapasitas 256GB seharga USD1.149 (Rp15,5 juta).

Dalam peluncuran perangkat 3 November lalu, CEO Apple, Tim Cook memberikan tanggapannya terkait harga penawaran iPhone unggulannya yang dinilai terlalu mahal tersebut. Cook menyebut iPhone X dapat diperoleh dengan harga USD33 (Rp445 ribu) per bulan menggunakan cicilan.

Eksekutif Apple tersebut juga menambahkan, harga lebih terjangkau jika dibandingkan dengan membeli secangkir kopi di salah satu kedai kopi populer. Cook juga menyebut pembeli iPhone X dapat berhemat sebanyak USD350 (Rp4,7 juta) dengan menukar iPhone lama.

Pada ajang peluncuran iPhone X, Cook mengunjungi Apple Store di Palo Alto, tradisi yang dilakukan eksekutif Apple tersebut sejak ditunjuk secara permanen sebagai CEO setelah pengunduran diri Steve Jobs pada tahun 2011. Dua tahun sebelumnya, saat Jobs mengambil cuti untuk alasan kesehatan, Cook ditunjuk sebagai pengganti sementara.

Tim Cook menyebut, jika harga Apple iPhone X terlalu mahal untuk kantong konsumen, konsumen dapat menghentikan kecanduan mereka pada kafein dan melewatkan perjalanan rutin harian mereka ke kedai kopi seperti Starbucks.

Dengan demikian, lanjutnya, konsumen akan punya cukup uang untuk membeli iPhone yang diklaim sebagai model terbaik hingga saat ini.

Euforia kehadiran iPhone X juga mengarah ke hal negatif, setelah beberapa pencuri dilaporkan berhasil membobol truk layanan pengantar barang UPS (United Parcel Services) di luar Apple Store di San Francisco dan mencuri 300 iPhone X, dengan total kerugian sekitar USD370 ribu (Rp5 miliar).


(MMI)