Acer Predator League 2018

Acer Belum Berminat Gelar Turnamen Game Mobile

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 20 Jan 2018 20:05 WIB
aceresportacer predator league 2018
Acer Belum Berminat Gelar Turnamen Game Mobile
Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang dan Presiden Acer Pan Asia Pasifik Andrew Hou.

Jakarta: Turnamen APAC (Asia Pacific) Predator League yang digelar oleh Acer sejak bulan Oktober tahun lalu menjadi yang pertama kali bagi perusahaan tersebut menggelar turnamen esport skala internasional.

Dalam wawancara Medcom.id, Presiden Acer APAC Andrew Hou berjanji akan menggelar turnamen kedua tahun depan. 

Namun, saat ditanya mengenai minat Acer terjun ke momen pertumbuhan game mobile di Indonesia, denggan tegas Andrew menegaskan Acer masih enggan untuk ikut merintis turnamen esport di ranah game mobile.

"Game mobile ini tergolong yang kasual, dan hardcore gamer yakni permainan yang menggunakan PC. Predator saat ini menjadi brand andalan Acer di industri gaming, dan saat ini kami masih mau fokus di segmen yang berkontribusi pada bisnis kami," tutur Andrew.

Andrew menyebutkan lini Predator yang dirilis sejak tahun 2016 terus menghasilkan pemasukan double digit, hingga 200 persen. Oleh sebab itu, Andrew menyatakan ambisinya untuk memperbesar skala turnamen Predator League.

"Predator adalah cara Acer untuk menyentuh kalangan muda, yakni mereka yang memainkan game di platform PC dan Indonesia pasarnya sangat potensial. Belum besar, tapi tumbuh dengan pesat," tegas Andrew.

Mengingat Predator sendiri dirilis oleh Acer saat vendor lain telah lebih dulu merilis lini brand gaming, bagi Andrew hal ini tidak menjadi masalah. Menurut Andrew, strategi dengan menyediakan perangkat gaming yang rentang harga dan spesifikasinya cukup beragam.

Andrew mengakui bahwa Indonesia pasar nomor 1 untuk brand Predator di kawasan Asia Pasific. Jadi, dia memastikan tahun ini hingga seterusnya produk gaming Acer akan jadi fokus utama perusahaannya.

"Sekali lagi, kami pastikan tahun depan Acer akan kembali menggelar turnamen, lokasinya di Thailand dan akan mengusung dua game untuk dipertandingkan," ungkap Andrew mengulang ucapannya saat pembukaan acara kemarin.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.