Google Klaim Telah Tambal Masalah Program Jualan Pixel 2

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 13 Nov 2017 10:04 WIB
google
Google Klaim Telah Tambal Masalah Program Jualan Pixel 2
Google mengumumkan telah menemukan akan permasalahan di program penukaran Pixel.

Metrotvnews.com: Tidak hanya terkait dengan segi perangkat, Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL menghadapi permasalahan lain terkait dengan program pertukaran yang ditawarkannya di Google Store. Program ini memungkinkan pengguna perangkat lama mendapatkan keuntungan lebih.

Menurut ketentuan yang berlaku pada program ini, pembeli Pixel 2 dan Pixel 2 XL akan menerima kredit untuk menukarkan ponsel model lama yang masih dapat berfungsi. Jumlah kredit yang diterima tersebut bergantung pada model ponsel yang dikirimkan oleh pemilik.

Google Pixel XL keluaran tahun 2016 berada di puncak daftar, dengan model berkapasitas 128GB akan dihargai dengan kredit pertukaran sebesar USD140 (Rp1,8 juta). Sayangnya, terjadi permasalahan setelah sejumlah pembeli yang berpartisipasi dalam program menerima kredit lebih kecil dari yang disebut Google.

Salah satu pembeli yang menukarkan Pixel XL mengaku memperkirakan akan mendapat kredit sebesar USD400 (RP5,4 juta). Namun pembeli tersebut mendapatkan pemberitahuan bahwa dirinya mengirimkan Nexus 6P, sehingga hanya menerima kredit sebesar USD165 (Rp2,2 juta).

Pembeli lain yang mengirimkan ponsel dalam kondisi masih sangat baik mengaku hanya menerima pemberitahuan yang mengindikasikan perangkat tersebut tidak berfungsi. Sementara itu pemilik lain yang mengikuti program ini menerima kredit jauh lebih sedikit.

Sejumlah pemilik tersebut menyebut mendapatkan informasi bahwa perangkat yang mereka kirimkan berbalut casis tambahan, atau mengalami kegagalan saat melakukan proteksi reset keseluruhan. Tanggal 11 November waktu Amerika Serikat, Google mengunggah pesan pada situs Pixel Phone Help.

Unggahan tersebut menyebut bahwa Google telah mengidentifikasi dan memperbaiki permasalahan terkait dengan Pixel yang diterima dalam kondisi tidak dapat melakukan reset keseluruhan dan atau salah klasifikasi sebagai perangkat lain. Google juga menawarkan bantuan kepada pembeli bermasalah tersebut.

Google turut menyarankan kepada pembeli yang mengikuti program pertukaran tersebut, dan tidak menerima jumlah kredit tidak sesuai dari informasi yang disampaikan oleh Google, untuk segera menghubungi perusahaan raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut melalui Google Customer Support.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.