SanDisk Tidak Tutup Kemungkinan Terjun Ke Ranah Nirkabel

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 05 Dec 2017 17:20 WIB
sandisk
SanDisk Tidak Tutup Kemungkinan Terjun Ke Ranah Nirkabel
SanDisk menyebut tidak menutup kemungkinan untuk terjun lebih dalam di ranah tekanologi nirkabel.

Jakarta: Teknologi nirkabel menjadi salah satu hal yang tengah menjadi tren pada kalangan di industri teknologi. Namun hal tersebut belum menjadi tren di Indonesia, sebab masyarakat Indonesia secara umum dinilai lebih memilih perangkat yang menawarkan kemudahan.

Tren teknologi tersebut juga belum menjangkiti konsumen di Indonesia dalam hal solusi backup untuk perangkat mereka. Padahal, SanDisk menilai teknologi tersebut justru menawarkan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan backup.

"Orang Indonesia secara umum mau yang gampang dan ga ribet. Padahal sebenarnya ga susah, sama halnya seperti terkoneksi ke jaringan Wi-Fi. Cukup satu kali terkoneksi, ke depannya ga perlu menyesuaikan pengaturan lagi," ujar Country Sales Manager SanDisk Idris Effendi.

Pria yang akrab disapa Idris tersebut turut menjelaskan bahwa SanDisk tidak menutup kemungkinkan untuk terjun secara lebih dalam untuk mendukung perkembangan tren nirkabel tersebut. Hanya, untuk saat ini, SanDisk masih terfokus untuk mengedukasi masyarakat terkait kemudahan yang dihadirkan teknologi nirkabel melalui berbagai kampanye.

Selain itu, disinggung soal kompetisi akibat kemuculan sejumlah perangkat dari kompetitor dengan fitur serupa dan harga lebih terjangkau, Idris menyebut SanDisk menilai kompetisi bukan sebagai hal yang menakutkan.

Kompetisi dinilai SanDisk justru memicu perusahaan yang dinaungi oleh Western Digital tersebut untuk menghadirkan produk terbaik bagi konsumen. SanDisk, lanjut Idris, bicara soal inovasi dan bersaing untuk memberikan produk terbaik di segi desain, software dan daya tahan.

SanDisk mengaku tidak ingin menghadirkan produk dengan harga murah, namun kurang baik pada segi kualitas, sehingga cepat rusak meski baru digunakan selama satu atau dua tahun.

SanDisk juga menyebut akan memperluas titik distribusi perangkat secara bertahap di masa mendatang, sebab saat ini produk yang dihadirkan di Indonesia masih tergolong sedikit.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.