Juara Kompetisi ASEAN Data Science Explorers Lahirkan Inovasi Berantas Kemiskinan

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 04 Dec 2017 15:27 WIB
teknologi
Juara Kompetisi ASEAN Data Science Explorers Lahirkan Inovasi Berantas Kemiskinan
Para pemenang ASEAN Data Science Explorer 2017 berfoto bersama juri dan petinggi ASEAN Foundation dan SAP (MTVN/DANU)

Jakarta: Tim Omotesando dari Indonesia berhasil menjadi juara ke-2 di ajang kompetisi ASEAN Data Science Explorers.

Dalam kompetisi ini tim yang terdiri dari dua mahasiswi Universitas Indonesia tersebut berhasil mengalahkan berbagai perwakilan dari negara anggota ASEAN lainnya. Keduanya mempresentasikan layanan keuangan melalui perbankan tanpa cabang untuk membantu mengatasi kemiskinan.
 
"Tentunya kami senang bisa menempati posisi ke-2 di ajang kompetisi ini," ujar Fefe Kahellea Efafras yang merupakan salah satu anggota tim Omotesando.

"Kali ini kami menawarkan solusi untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia melalui sistem perbankan tanpa cabang. Kami juga menggunakan dukungan sistem analisa data dari SAP Cloud Platform Analytics untuk menghasilkan solusi ini."
 
Fefe bersama rekannya yaitu Vida Manuela Cornelius berhasil terpilih sebagai wakil dari Indonesia untuk ajang kompetisi ASEAN Data Science Explorers tingkat Asia Tenggara yang masih digelar di Jakarta. Di babak penyisihan keduanya berhasil menjadi yang paling unggul di antara 10 tim yang bertanding.
 
Sementara di kompetisi tingkat Asia Tenggara, keduanya berhasil menempati juara ke-2. Satu-satunya tim yang mengalahkan Omotesando dari Indonesia adalah perwakilan asal Malaysia. Dengan demikian, Fefe dan Vida berhasil membawa hadiah berupa piala dan uang tunai sebesar EUR1.200 (sekitar 19,2 juta).


 
ASEAN Data Science Explorers sendiri merupakan ajang kompetisi untuk para pemuda di Asia Tenggara. Dalam kompetisi yang diadakan bekerjasama dengan SAP Southeast Asia kali ini para peserta ditantang untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitarnya menggunakan teknologi analisa data dari SAP.
 
"Sangat penting untuk mengenalkan teknologi sebagai alat untuk mengatasi permasalahan kepada para pemuda," ujar Presiden sekaligus Managing Director SAP Southeast Asia Claus Andresen. "Saya akan menunggu bagaimana mereka (peserta ASEAN Data Science Explorers) bakal bisa memecahkan berbagai permasalahan di wilayah Asia Tenggara."

Ini adalah pertama kalinya kompetisi ASEAN Data Science Explorers digelar. Tahun depan, SAP dan ASEAN Foundation akan kembali bekerjasama untuk mengadakan kompetisi ini. Tahun 2018 mendatang Singapura akan menjadi tuan rumah ASEAN Data Science Explorers.

Selain menggelar kompetisi ASEAN Data Science Explorers, SAP juga menjalin kerja sama di berbagai bidang lainnya bersama ASEAN Foundation. Kerjasama tersebut menaungi dua pilar utama yaitu edukasi dan kewirausahaan. Di kesempatan kali ini dijalankan pula prosesi penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara SAP dengan ASEAN Foundation sebagai tanda dimulainya kerjama tersebut.


(MMI)