Pasangan Ini Tipu Amazon Senilai Rp16,3 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 03 Oct 2017 11:07 WIB
amazon
Pasangan Ini Tipu Amazon Senilai Rp16,3 Miliar
Amazon kena tipu dengan cara klaim barang rusak atau tidak sampai. (AP Photo/Reed Saxon, File)

Metrotvnews.com: Semua perusahaan yang bergerak di bidang retail menyiapkan dana untuk barang rusak, pencurian dan kerugian lainnya. Begitu pula dengan Amazon.

Namun, mengingat besar perusahaan itu dan peraturan perusahaan yang mengutamakan pelanggan, Amazon tampaknya jarang menyelidiki klaim barang rusak atau barang yang tidak sampai. Mereka lebih memilih untuk mengganti barang atau memberikan uang kembali pada pelanggan. 

Hal inilah yang dimanfaatkan oleh sepasang suami istri asal Indiana, Amerika Serikat, Erin dan Leah Finan, untuk mendapatkan berbagai barang elektronik dengan nilai USD1.2 juta (Rp16,3 miliar). Seperti yang disebutkan oleh Gizmodo, ini adalah trik paling dasar yang digunakan oleh para penipu. 

Pasangan suami istri ini berhasil mendapatkan beberapa kamera GoPro, Microsoft Xbox, smartwatch Samsungdan tablet Microsoft Surface, menurut pernyataan resmi dari Departemen Kehakiman ketika dua orang ini didakwa pada bulan Mei. Belum lama ini, kedua Finan mengaku bersalah dan kini, mereka berpotensi menghadapi hukuman penjara selama 20 tahun, maksimal. 

Peraturan Amazon untuk mengembalikan barang yang diklaim rusak atau tidak sampai telah menjadi rahasia umum di kalangan hacker dan juga penjual yang telah ditipu konsumen.

Sementara itu, para pembeli mengambil risiko akunnya diblokir jika mereka terlalu sering melaporkan barang hilang atau barang rusak. Suami-istri Finan berhasil melakukan penipuan ini karena mereka membuat "ratusan identitas online palsu" agar tidak terdeteksi. Keduanya akhirnya tertangkap oleh Polisi Indiana dan bukannya Amazon. 

Walau pasangan Finan harus membayar USD1,218,504 (Rp16,5 miliar) sebagai ganti rugi pada Amazon, pihak berwajib menyebutkan, keduanya sebenarnya hanya mendapatkan sekitar USD725 ribu (Rp9,8 miliar).

Untuk sebuah perusahaan dengan valuasi lebih dari USD500 miliar (Rp6.789 triliun), penipuan Finan ini memang tidak besar. Namun, kasus ini bisa menjadi pesan untuk mencegah orang lain melakukan hal serupa. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.