Microsoft Pamer Paten Baru untuk Ponsel Lipat

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 26 Dec 2017 09:44 WIB
microsoft
Microsoft Pamer Paten Baru untuk Ponsel Lipat
Microsoft menjelaskan alasannya memproduksi ponsel lipat sesuai paten terbarunya.

Jakarta: Pada minggu lalu, beredar informasi yang menyebut perangkat lipat karya divisi Microsoft Surface, dan diprediksi akan segera meluncur. Perangkat tersebut dilaporkan berbekal kemampuan teleponik dan berukuran serupa ponsel yang dapat berubah ke bentuk lainnya.

Microsoft melakukan pembacaan bagian dari dokumen paten terbarunya yang didaftarkan kepada World Intellectual Property Organization (WIPO). Dokumen pendaftaran paten tersebut termasuk sejumlah gambar menampilkan engsel 360 derajat, pendukung perangkat Microsoft Andromeda.

Dengan paten tersebut, Microsoft menjelaskan bahwa ponsel lipat menjadi wujud yang dibutuhkan untuk menjaga perangkat tetap nyaman saat disimpan di saku. Untuk peningkatan ukuran, layar kini hadir dan mendominasi seluruh bodi perangkat.

Untuk dapat meningkatkan ukuran layar ponsel, ukuran asli dari unit tersebut juga akan menjadi lebih besar. Karenanya, untuk tetap menjadikan perangkat dapat disimpan di saku dengan nyaman, Microsoft membekalinya dengan desain layar lipat.

Microsoft turut menyebut, perangkat berlayar ganda akan menjadi lebih populer. Dengan perangkat layar ganda, ponsel mobile atau tablet akan mudah diakses, dengan posisi diperluas dan kedua layar menyatu dengan mulus, sehingga dapat menyuguhkan pengalaman penggunaan layar terintegrasi selayaknya satu layar.

Selain itu, lanjut Microsoft, saat dalam kondisi tertutup, kedua layar akan saling berhadapan dan saling melindungi. Dalam posisi terbuka secara penuh, layar ganda berpunggungan, sehingga pengguna harus melipat perangkat untuk dapat menampilkan layar lainnya.

Disinggung soal dengan tanggapan konsumen, prediksi sejumlah pihak menyebut hal tersebut bergantung pada harga dan spesifikasi yang diusung oleh perangkat tersebut. Namun, Microsoft mengaku optimis, sebab berdasarkan kondisi pasar saat ini, konsumen tidak berkeberatan untuk merogoh kocek lebih USD1.000 guna membeli smartphone terbaru.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.