Grup Hacker akan Sebarkan Lebih Banyak Tool Peretasan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 18 May 2017 07:50 WIB
cyber securitywannacry
Grup Hacker akan Sebarkan Lebih Banyak Tool Peretasan
Ilustrasi. (REUTERS / Mal Langsdon)

Metrotvnews.com: Ransomware WannaCry tidak akan menyebar begitu luas tanpa Shadow Brokers. Grup hacker tersebut baru saja kembali muncul setelah berdiam selama beberapa bulan.

Korban WannaCry mencapai hingga 300 ribu komputer di lebih dari 150 negara, mengunci komputer rumah sakit, sekolah, dan perusahaan, memaksa para korban untuk membayar.

Software yang digunakan untuk membuat WannaCry adalah EternalBlue, yang pertama kali ditemukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) dan dibocorkan ke internet oleh Shadow Brokers setelah mereka mencuri berbagai tool peretasan milik badan pemerintah tersebut.

Grup hacker ini, yang telah diam sejak Agustus tahun lalu, kini kembali aktif, membawa peringatan untuk NSA dan seluruh dunia: mereka akan merilis lebih banyak tool peretasan, lapor CNET.

Kelompok hacker tersebut mengklaim, mereka masih memiliki sekitar 75 persen dari senjata siber milik AS dan akan merilis berbagai tool untuk menyerang peramban, router dan ponsel dan juga berbagai jaringan data di Rusia, Tiongkok, Iran dan Korea Utara.

Pada awalnya, Shadow Brokers berusaha untuk menjual tool peretasan ini via lelang. Namun, tidak ada pihak yang tertarik untuk membeli.

Dalam sebuah surat terbuka, Shadow Brokers berkata, mereka tidak "tertarik untuk mencuri uang pensiun nenek-nenek" tapi mereka ingin mengirimkan pesan pada Equation Group, sebuah grup hacker yang terkait dengan NSA.

Shadow Brokers berkata, mereka akan memberikan informasi lebih lanjut terkait bocoran data bulanan untuk pada bulan Juni mendatang, termasuk cara untuk mendapatkan software tersebut. Setelah kesuksesan WannaCry, kemungkinan besar, akan ada banyak pihak yang tertarik dengan tool yang ditawarkan oleh grup hacker tersebut.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

1 day Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.