Trump Larang Tiongkok Beli Pabrik Komponen AS

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 15 Sep 2017 18:11 WIB
teknologitiongkokdonald trump
Trump Larang Tiongkok Beli Pabrik Komponen AS
Canyon Bridge Capital Partner perusahaan yang didanai oleh pemerintah Tiongkok berencana mengakuisisi Lattice Semiconductor senilai USD 1,3 miliar

Metrotvnews.com: Trump tidak hanya membangun tembok untuk menutup negara Paman Sam dari imigran. Trump juga berusaha melindungi perusahaan teknologi di negaranya dari pihak asing.

Hal ini semakin jelas, ketika minggu lalu, Presiden Amerika Serikat ke-45 tersebut mengumumkan larangan kepada salah satu perusahaan yang berbasis di Tiongkok dalam mengakuisisi pabrik semikonduktor Lattice Semiconductor yang berlokasi di Oregon, Portland. Alasannya tentu saja menyangkut keamanan nasional.

"Kami mempunyai bukti yang cukup kuat, sehingga saya yakin bahwa langkah tersebut bisa menjadi celah yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat," ungkap Trump menanggapi langkah tersebut. Trump menjelaskan bahwa pihaknya sudah bekerjasama dengan Menteri Pertahanan dan Kementrian Perdagangan Amerika Serikat.

Lattice Semiconductor sendiri adalah perusahaan yang memproduksi beragam semikonduktor untuk perangkat teknologi yang bisa diperintah lewat proses pemrograman. Bisa dibayangkan jika perangkat tersebut dibobol sistem keamanannya dan dikendalikan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Lattice Semiconductor bediri sejak 1983, dengan jumlah pekerja sebanyak 1.000 orang dan telah mengantongi pendapatan tahunan sebanyak USD300 juta.

Rencananya, Lattice Semiconductor akan diakuisisi oleh perusahaan asal Tiongkok bernama Canyon Bridge Capital Partner dengan nilai USD1,3 miliar. Setelah diusut, ternyata perusahaan tersebut menerima pendanaan dari pemerintah Tiongkok. Ini sebetulnya bukan hal baru, mengingat banyak perusahaan teknologi di negara tersebut yang pada awal pendiriannya memang menerima pendanaan dari pemerintah setempat, menurut CBN.

Harus diakui bahwa Tiongkok memang sangat gencar mengakuisisi atau menyuntikkan dana ke perusahaan teknologi di berbagai negara, tidak terkecuali di Amerika Serikat dan Eropa. Bahkan, di negaranya sendiri perusahaan teknologi moda transportasi online Uber berhasil dicaplok kompetitornya, Didi Chuxing.

Langkah Trump kali ini bukan yang pertama. Bulan Desember tahun lalu, pihak pemerintah Jerman menjegal usaha perusahaan asal Tiongkok mengakuisisi perusahaan pembuat chipset Aixtron SE. Akusisi ini juga terjadi dalam masa periode Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama, ketika perusahaan yang sama berusaha membeli unit bisnis di California. Huawei sebagai perusahaan teknologi besar asal Tiongkok pun juga mengalami penolakan yang sama.

Banyak pihak beranggapan bahwa hal ini semata-mata bukan sekadar alasan keamanan nasional, tetapi juga mengingat perusahaan teknologi saat ini sedang laris manis dan menjadi aset nasional.


(MMI)

Video /