Imagine Cup 2017

Microsoft: Inovasi untuk Dunia yang Lebih Baik

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 29 Jul 2017 13:16 WIB
microsoftimagine cup
Microsoft: Inovasi untuk Dunia yang Lebih Baik
Ki-Ka: Corporate Vice President-Azure Growth + Ecosystems, Charlotte Yarkoni, dan Vice President of Worldwide Education Microsoft, Anthony Salcito

Metrotvnews.com, Seattle: Microsoft setiap tahun secara rutin menggelar kompetisi mahasiswa Imagine Cup.

Memasuki tahun ke-15, ajang dengan skala nasional sampai internasional ini mengemban satu misi penting, yaitu melahirkan inovasi teknologi yang bisa membuat dunia lebih baik. Teknologi sebagai jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan menumbuhkan ekonomi.

"Imagine Cup lebih kepada apa yang bisa diciptakan oleh para remaja, dan seberapa besar kontribusinya untuk dunia," kata Corporate Vice President-Azure Growth + Ecosystems, Charlotte Yarkoni dalam sesi wawancara yang juga dihadiri wartawan Metrotvnews.com. "Semua perserta punya ide yang sangat inovatif, dan dampaknya bisa sangat besar untuk dunia."

Charlotte juga mengaku bahwa dirinya sangat kagum dengan semua karya buatan mahasiswa yang tampil dalam Imagine Cup kali ini. "Sungguh luar biasa inovasi ciptaan mereka ini. Mereka telah menggunakan banyak sekali waktu untuk membuat imajinasi mereka menjadi nyata, dan membawanya ke Seattle ini."

Ia juga menyebutkan, semua yang berhasil mengikuti tahap World Final ini adalah pemenang, mengingat berbagai tahapan yang harus dilalui mereka terlebih dahulu sebelum datang ke Seattle, Amerika Serikat. "Semuanya adalah pemenang," kata Charlotte.

Dalam Imagine Cup 2017, salah satu hal yang patut diperhatikan adalah pemanfaatan cloud, yang sebenarnya lebih dari sekadar ruang penyimpanan digital. Selain itu meningkatkan efisiensi korporasi dalam melayani konsumen dan kepentingan internal lainnya, cloud juga bisa memberikan kontribusi yang besar untuk dunia pendidikan.

Kontribusi tersebut ditunjukkan oleh Microsoft dengan pemanfaatan layanan Azure mereka untuk kompetisi Imagine Cup ini. Semua peserta yang mengikuti kompetisi tersebut menggunakan berbagai aspek Azure, yang pada umumnya terdiri dari layanan analisis otomatis, pembelajaran mesin, dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, tidak heran jika di balik satu layanan yang tercipta, terdapat mekanisme kompleks yang sesungguhnya akan berguna untuk pengembangan lebih lanjut.

"Kami secara rutin melaksanakan Imagine Cup, dan ini sebagai salah satu bentuk investasi kami," lanjut Charlotte. 

Dalam kesempatan yang sama, Vice President of Worldwide Education Microsoft, Anthony Salcito, menyebut bahwa pentingnya membuat karya-karya ini menjadi nyata, atau dengan kata lain masuk ke dalam pasar.

"Setiap tahun, saya selalu terkejut dengan karya-karya mahasiswa dari seluruh dunia ini. Mereka sangat terfokus dalam menciptakan teknologi yang mampu mengubah cara kita hidup. Dan akan lebih membanggakan ketika kami bisa membantu mewujudkannya menjadi produk nyata."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.