Tanggapan Donald Trump Soal Jatuhnya Saham Apple

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 06 Jan 2019 17:58 WIB
appleiphone
Tanggapan  Donald Trump Soal Jatuhnya Saham Apple
CEO Apple Tim Cook, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Chip Somodevilla/Getty Images)

Jakarta: Saham Apple terjun bebas hingga 10 persen setelah CEO Apple, Tim Cook, membagikan laporan kepada pemegang saham. Laporan ini juga mengungkap perkiraan penjualan iPhone di Q1 2019 tidak akan mencapai target prediksi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang merupakan pengguna Apple dan membanggakan Apple sebagai fondasi ekonomi negaranya, memberikan tanggapan atas beredarnya kondisi Apple tersebut.

Dikutip dari CNET, Trump menyatakan bahwa Apple baik-baik saja dan menegaskan bahwa seharusnya Cook segera menarik produksi Apple dari Tiongkok ke Amerika Serikat.

"Mereka (Apple) akan baik-baik saja. Jangan lupa, mereka membuat produknya di Tiongkok. Saya sudah katakan kepada Tim Cook seperti kawan saya sendiri untuk membuat produknya di Amerika Serikat," ucap Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

"Bangun fasilitas yang besar dan indah. Tiongkok memperoleh keuntungan lebih besar dari Apple ketimbang kita (Amerika Serikat) karena kebanyakan produk Apple dibuat di Tiongkok," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan, beberapa media menilai sikap kepedulian Trump tersebut tidak dilandasi oleh pemahaman mengenai bisnis dan kondisi finansial Apple.

Dikutip dari sumber lain, BGR, Trump juga mengklaim saham Apple tumbuh hingga 100 persen sejak dia menjabat sebagai presiden di tahun 2017. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Saham Apple di Januari 2017 saat Trump baru disumpah sebagai Presiden Amerika Serikat dinilai USD120.45 atau sekitar Rp1,7 juta dan harga stok sahamnya meningkat 32 persen dan puncaknya selama dua tahun belakangan sempat mencapai peningkat 92 persen di harga dagang USD232 atau senilai Rp3,2 juta.

Artinya, saham Apple tidak pernah meningkat hingga 100 persen di masa pemerintahan Trump dan kini anjlok hingga 10 persen. Terkait permintaan Trump untuk memindahkan fasilitas manufaktur atau pabrik Apple dari Tiongkok ke Amerika Serikat, tidak semudah itu.

Trump dinilai tidak mengerti alur produksi produk Apple. Petinggi Apple sempat menegaskan bahwa prosesnya tidak semudah itu saat Trump pertama kali menyampaikan keinginannya tersebut di 2017.

Petinggi Apple menilai bahwa seluruh pasokan atau supply chain kebutuhan produksi dan komponen produk Apple terutama iPhone tersedia di Tiongkok yang jaraknya tidak jauh dari fasilitas produksi Apple. Jadi proses pemindahan tersebut akan membutuhkan biaya yang sangat besar dan berpengaruh terhadap finansial Apple.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.