Pendiri Vine Meninggal, Diduga Overdosis

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 17 Dec 2018 10:30 WIB
teknologi
Pendiri Vine Meninggal, Diduga Overdosis
Co-founder HQ Trivia dan Vine, Colin Kroll. (Photo by Steven LAWTON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Jakarta: Co-founder HQ Trivia dan Vine, Colin Kroll ditemukan meninggal di apartemennya di New York City, lapor The Daily Beast dan TMZ. Dia berumur 35 tahun.

Menurut TMZ, tubuh Kroll ditemukan pada hari Minggu pagi setelah kekasihnya tidak bisa menghubunginya. Narasumber mengatakan bahwa mereka menemukan "perlengkapan narkoba di dekatnya" dan menduga bahwa dia overdosis, lapor The Verge.

Kroll adalah bagian dari tim yang mendirikan platform video pendek Vine pada 2012. Setelah Vine diakuisisi oleh Twitter, Kroll mejnadi CTO dan General Manager sampai 2014.

Pada tahun yang sama, salah satu pendiri Vine yang lain, Dom Hofmann, meninggalkan Twitter. Kroll lalu mengambil alih tugasnya untuk beberapa waktu sebelum dia dipecat.

Kroll dan Hofmann kemudian mendirikan HQ Trivia, yang dirilis pada tahun lalu dan menjadi viral. Sayangnya, perusahaan mengalami masalah pendanaan pada akhir tahun lalu.

Menurut laporan Recode, perusahaan modal ventura khawatir untuk menanamkan modal di perusahaan setelah Kroll dilaporkan kembali berlaku tidak pantas pada wanita, seperti yang dia lakukan di Twitter.

Belum lama ini, pengguna HQ Trivia juga terus menurun. Sementara protes akan tingkah laku Kroll juga terus mengalir. Pada November, Recode melaporkan bahwa perilaku Kroll dilaporkan ke dewan direktur sebelum dia dipromosikan sebagai CEO.

Namun, perusahaan mengatakan bahwa penyelidikan mereka tidak menemukan bukti apapun. HQ Trivia berusaha untuk memperluas produk emreka dan baru saja meluncurkan game baru, HQ Words.

Co-founder HQ Trivia Rus Yusupov membuat sebuah kicauan yang mengonfirmasi kematian Kroll.

"Kami tahu tentang meninggalnya teman dan pendiri kami, Colin Kroll, hari ini. Dan dengan kesedihan yang mendalam kami ucapkan selamat tinggal. Doa kami bersama keluarga, teman, dan orang-orang tersayangnya," kata juru bicara HQ Trivia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.