Facebook akan Buat Badan Mandiri untuk Awasi Konten

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 16 Nov 2018 13:12 WIB
media sosialfacebook
Facebook akan Buat Badan Mandiri untuk Awasi Konten
CEO Facebook mengatakan bahwa mereka akan membuat komite mandiri untuk mengawasi konten. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)

Jakarta: Menurut laporan New York Times, Facebook telah gagal untuk mengidentifikasi dan mengatasi maraknya hoaks dan berita palsu di media sosialnya. Facebook juga dianggap gagal untuk mencegah interefensi Rusia dalam pemilu presiden Amerika Serikat pada 2016.

Sebagai jawaban dari laporan ini, Facebook mengumumkan langkah yang akan mereka ambil untuk mengatasi masalah penyebaran informasi palsu.

Kepada wartawan, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook akan membuat badan independen yang akan menerima laporan dari para pengguna jika mereka menemukan konten yang seharusnya dihapus dari Facebook.

Menurut Zuckerberg, para pengguna juga bisa mengajukan banding atas keputusan dari badan itu ketika konten mereka dilaporkan. Badan mandiri ini akan mulai aktif pada 2019 mendatang, lapor Engadget.

Sebelum ini, Facebook dan Zuckerberg berusaha untuk tidak meregulasi konten yang ada di platform mereka. Mereka lebih memilih untuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk melakukan verifikasi fakta dan membantah berita palsu.

Dengan adanya komite mandiri ini, Facebook tampaknya akan terus berusaha untuk melawan konten bermasalah, tidak hanya hoaks, tapi juga ujaran kebencian, pelecehan, dan berbagai masalah lain.

Zuckerberg tampaknya mengakui peran Facebook dalam penyebaran informasi palsu dan menganggap bahwa Facebook seharusnya memiliki badan pengawas terpisah. Karena itulah, mereka ingin agar badan baru ini menjadi badan yang mandiri.

Sebenarnya, para pengguna dan pengamat telah berharap Facebook untuk membuat badan itu sejak lama.

Dalam satu tahun belakangan, Facebook menghadapi berbagai skandal, mulai dari penyebaran propaganda yang berujung pada pembunuhan massal di Myanmar, berita palsu dan konspirasi dalam politik AS, campur tangan Rusia di pemilu AS, dan lain sebagainya.

New York Times baru saja melaporkan bahwa Facebook tidak hanya terlambat menangani masalah ini. Mereka bahkan berusaha menghindar dan menyalahkan perusahaan lain atas kelalaian mereka.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.