Facebook Bantah Soal Pemaksaan Penggunaan Android

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 16 Nov 2018 09:08 WIB
facebook
Facebook Bantah Soal Pemaksaan Penggunaan Android
Facebook membantah Mark Zuckerberg memaksa pegawai dan eksekutif menggunakan perangkat Android.

Jakarta: Facebook mengumumkan bantahan terhadap laporan yang dirilis oleh New York Times, menyebut bahwa co-founder dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, memerintahkan eksekutif perusahaannya untuk hanya menggunakan perangkat Android.

Laporan ini menyebut bahwa Zuckerberg tengah membalas dendam kepada Apple terkait dengan komentar sang CEO, Tim Cook, pada insiden Cambridge Analytica. 

Melalui situs Facebook Newsroom, Facebook mengunggah pernyataan, mengakui bahwa eksekutif dan pegawai perusahaan jejaring sosial ini didorong untuk menggunakan perangkat bersistem operasi Android dan bukan iOS.

Namun, Facebook menyebut bahwa alasan di balik dorongan ini tidak berkaitan dengan komentar Cook. Facebook menyebut pada posisi Android sebagai sistem operasi terpopuler di dunia saat ini menjadi alasan dibalik dorongannya tersebut.

“Tim Cook secara konsisten mengkritisi model bisnis kita dan Mark telah memahami dengan jelas ketidaksetujuannya. Jadi tidak perlu lagi menggunakan perangkat dengan sistem operasi ini. Dan kami telah lama mendorong pegawai dan eksekutif untuk menggunakan Android, karena merupakan sistem operasi terpopuler di dunia," kata Facebook.

Sebagai pengingat, insiden ini menyebabkan informasi personal sebanyak 87 juta pengguna Facebook bocor dan digunakan tanpa izin.

Saat pemberitaan kebocoran data pengguna Facebook ini beredar di media massa, Cook dimintai tanggapan terkait langkah yang akan dilakukannya jika dirinya merupakan Mark Zuckerberg.

Cook menanggapi permintaan ini dengan menyebut bahwa dirinya tidak akan pernah berada dalam posisi yang dialami Zuckerberg. Cook menyebut bahwa Apple mungkin saja dapat memperoleh banyak keuntungan jika menjadikan konsumennya sebagai produk.

Pernyataan Cook ini mengindikasikan bahwa Facebook menjual informasi penggunanya kepada pengiklan dan pihak lain. Komentar ini diperkirakan memicu kemarahan Mark Zuckerberg.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.