Austria Bakal Buat Pajak Khusus Perusahaan Teknologi Multinasional

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 01 Jan 2019 10:17 WIB
teknologi
Austria Bakal Buat Pajak Khusus Perusahaan Teknologi Multinasional
Kanselor Austria Sebastian Kurz. (AP Photo/Vadim Ghirda)

Jakarta: Prancis bukan satu-satunya negara Eropa yang akan memajaki perusahaan teknologi internasional seperti Google dan Facebook.

Kanselor Austia, Sebastian Kurz mengumumkan bahwa mereka juga akan membuat pajak untuk Apple, Facebook, Google, dan perusahaan lain yang dituduh telah mengemplang pajak.

Sayangnya, saat ini, belum ada banyak informasi yang ada terkait pajak yang akan dikenakan ke perusahaan-perusahaan teknologi tersebut.

Kemungkinan, ketentuan terkait pajak khusus itu baru akan diumumkan pada Januari. Ini akan menjadi bagian dari perombakan sistem pajak dan akan baru berlaku pada 2020, lapor Engadget.

Sementara itu, Prancis akan mulai mengimplementasikan pajak khusus mulai 1 Januari besok. 
Kurz menyebutkan bahwa keputusan ini adalah "tambahan dari langkah yang diambil Uni Eropa". 

Sebelum ini, perusahaan teknologi yang dituduh tidak membayar pajak sesuai ketentuan telah membela diri, mengatakan bahwa mereka telah membayar sesuai dengan ketentuan.

Biasanya, perusahaan teknologi multinasional akan melaporkan pajak di negara yang menawarkan persentase pajak yang lebih kecil, seperti Irlandia. Mereka biasanya memanfaatkan celah pada hukum untuk menghindari membayar pajak.

Memang, itu bukanlah tindakan ilegan. Dan tindakan ini memungkinkan mereka untuk membayar pajak dalam jumlah yang jauh lebih sedikit dari perusahaan lain. Jika perusahaan lain yang beroperasi di Eropa harus membayar pajak dengan persentase 23 persen, perusahaan teknologi ini hanya membayar 9 persen.

Baik warga maupun pemerintah negara di Eropa tidak puas dengan hal ini. Keputusan Austria untuk membuat peraturan pajak baru menunjukkan bahwa negara Eropa tidak lagi sabar untuk menunggu peraturan yang dibuat untuk kawasan Eropa dan mulai membuat peraturan sendiri. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.