Mata-Mata Tiongkok Curi Teknologi Rahasia Pesawat?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 31 Oct 2018 16:24 WIB
cyber security
Mata-Mata Tiongkok Curi Teknologi Rahasia Pesawat?
Ilustrasi.

Jakarta: Sekelompok mata-mata dari Tiongkok telah meretas sistem perusahaan dirgantara dan mencuri teknologi rahasia selama bertahun-tahun, ungkap Departemen Keadilan Amerika Serikat.

Mereka mengumumkan hal ini bersamaan dengan tuduhan pada 10 orang yang diduga mencuri informasi rahasia dari berbagai perusahaan. 

Menurut Departemen Keadilan, para agen intelijen Tiongkok berusaha mencuri teknologi untuk mesin turbofan yang digunakan pada berbagai pesawat komersial. Operasi ini disebutkan telah berjalan sejak 2010 hingga Mei 2015.

Salah satu target dari operasi ini adalah perusahaan dirgantara asal Prancis yang juga bekerja sama dengan perusahaan AS, lapor The Verge.

Agen intelijen Tiongkok diduga meretas perusahaan Prancis itu dan juga beberapa perusahaan dirgantara lain di AS dan Inggris. Jaksa penuntut umum mengatakan, para hacker menggunakan teknik seperti spear phishing dan malware untuk bisa mendapatkan akses ke informasi rahasia itu. 

Tuduhan ini adalah tuduhan ketiga dari Departemen Keadilan pada Tiongkok. Dalam satu kasus, mereka menuduh seorang agen intelijen Tiongkok mencoba untuk mencuri teknologi mesin rahasia pada pesawat.

Sementara seorang anggota militer yang baru direkrut dituduh bekerja untuk badan intelijen Tiongkok. 

"Penyerangan yang dilakukan oleh hacker yang didukung oleh negara adalah ancaman untuk keamanan nasional negara kita," kata pengacara AS, Adam Braverman dalam sebuah pernyataan resmi.

"Kasus ini adalah contoh lain dari usaha kriminal dari Kementerian Keamanan Negara Tiongkok untuk mengusahakan pencurian data pribadi untuk keuntungan finansial bagi Tiongkok."


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.