AGI: Developer Game Indonesia Habis Uang di Iklan

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 15 May 2018 16:24 WIB
games
AGI: Developer Game Indonesia Habis Uang di Iklan
Peluncuran platform Mfun di Indonesia.

Jakarta: Indonesia kini menjadi pasar yang sedang digarap oleh bisnis game. Sayangnya pengembang game dalam negeri tampak sulit bersaing dengan game luar yang meraja di sini. Bukan karena karyanya, tapi karena biaya yang dihabiskan untuk belanja iklan.

Manajer Operasional Asosiasi Game Indonesia (AGI) Jan Faris Majd menuturkan bahwa tingginya biaya seperti promosi atau iklan sering menjadi tantangan bagi pengembang game lokal untuk dapat memperoleh keuntungan untuk mengembangkan game baru.

Padahal, menurut Faris dengan keberadaan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan pasar gaming tercepat di dunia, dibutuhkan beragam upaya strategis untuk makin mendukung pertumbuhan industri game lokal serta memberikan dukungan optimal bagi lebih dari 1.000 jumlah pengembang game di negeri ini.

Permasalahan ini yang dilihat oleh platform bernama Mfun. Mereka mengklaim menyediakan platform reward blockchain yang akan membantu pengembang game mengalihkan biaya promosi atau iklan untuk membagikan reward kepada penggunanya agar menghabiskan waktu lebih banyak memainkan game.

Jadi, apabila biasanya seorang gamer harus menonton video iklan di sebuah game agar bisa mendapatkan reward tertentu, kini gamer hanya cukup memainkan game selama mungkin dari game yang ada di platform Mfun untuk mendapatkan uang kripto berupa token Mfun.

Token ini nantinya bisa digunakan gamer untuk membeli beragam konten di dalam game yang dimainkan. Bentuk reward ini juga akan semakin menarik pengguna untuk mencoba game-game baru dari pengembang game lokal yang ingin mengurangi pengeluaran iklan yang tidak efektif.

Jadi, pengembang game bisa memperoleh sebanyak mungkin gamer yang bermain tanpa harus menghabiskan uang cukup banyak untuk biaya iklan, karena semuanya sudah dibantu Mfun.

Co-founder Mfun Brian Fan menuturkan platform Mfun akan memberikan reward atau imbalan atas waktu dan uang yang telah dikeluarkan pengguna untuk aplikasi game, serta membantu para pengembang game melakukan efisiensi dengan melewati atau memotong rantai perantara, serta makin efektif dalam meningkatkan minat dan jumlah penggunanya.

"Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara untuk usual gaming, dengan nilai bisnis mencapai USD500 juta (Rp7 triliun). Namun, pengembang game lokal saat ini baru mampu berkontribusi sebesar 1,8 persen terhadap total nilai bisnis di industri ini. Ini disebabkan oleh ekosistem yang belum optimal dalam mendukung mereka untuk berkembang," beber Brian.

"Mfun hadir menawarkan platform yang memungkinkanpengembang memangkas pengeluaran untuk promosi dan biaya-biaya pihak ketiga yang tidak efektif dan mengalihkannya menjadi reward bagi pemain game," imbuh Brian.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

4 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.